Lippo Group Usulkan Rumah Subsidi Minimalis Seharga Mulai Rp100 Juta
Lippo Group, melalui James Riady, memperkenalkan prototipe rumah subsidi berdesain minimalis dengan luas mulai dari 14 meter persegi. Prototipe ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyediaan rumah subsidi yang terjangkau bagi masyarakat.
Bangunan contoh rumah subsidi ini dipamerkan di Lobby Nobu Bank, Jakarta Selatan. Terdapat dua model yang diperkenalkan: tipe single dengan satu kamar seluas 14 meter persegi, dan tipe double dengan dua kamar berukuran 23,4 meter persegi.
"Kami berharap, untuk lokasi yang cukup strategis, harga rumah single dapat dimulai dari Rp100 juta. Namun, tentu saja, harga akan meningkat jika lokasinya lebih dekat ke pusat kota, mungkin berkisar antara Rp120 juta hingga Rp140 juta. Untuk tipe double, harga awal sekitar Rp125 juta," ungkap James Riady pada Kamis (12/6/2025).
James Riady menjelaskan bahwa lokasi potensial untuk rumah subsidi ini meliputi wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Selain itu, terdapat usulan agar rumah subsidi juga dapat dibangun di dalam kota, sebagai opsi menarik bagi generasi milenial.
Menurut perhitungan James Riady, dengan harga rumah subsidi sekitar Rp110 juta, masyarakat dapat membayar cicilan bulanan sekitar Rp600 ribu dengan tenor tetap selama 20 tahun.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Ara, memberikan tanggapan hati-hati terkait harga. Beliau menyatakan masih perlu menerima masukan dari berbagai pihak sebelum menetapkan harga final.
"Kami ingin mendengarkan berbagai pendapat. Jika kami terburu-buru mengambil keputusan, ada pihak-pihak yang mungkin merasa belum diberi kesempatan untuk memberikan masukan," ujar Ara.
Menteri Ara berencana mengundang berbagai komunitas untuk melihat langsung prototipe rumah subsidi tersebut dalam waktu dekat. Masukan dari komunitas-komunitas ini akan menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan kebijakan, terutama terkait perubahan batas luas rumah subsidi.
Sementara itu, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, menekankan bahwa harga rumah subsidi sangat dipengaruhi oleh harga tanah. Ketersediaan lahan dengan harga terjangkau akan secara signifikan menurunkan harga rumah subsidi.
"Tentu saja, harga rumah bisa jauh lebih rendah daripada yang ada saat ini dengan fitur 36/60. (Apakah bisa sampai Rp100 juta?) Ya, sekitar itulah, Rp108 juta, Rp110 juta, mungkin Rp120 jutaan," jelas Heru.
Sebelumnya, Menteri Ara telah meninjau prototipe rumah subsidi yang dirancang khusus untuk kawasan perkotaan. Desain rumah ini merupakan gagasan dari James Riady, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembang lain dalam membangun rumah subsidi yang terjangkau dan layak huni.
Salah satu usulan desain yang diajukan adalah bangunan berukuran 14 meter persegi. Luas ini dianggap sebagai acuan minimal, dengan harapan ke depannya rumah subsidi dapat didesain dengan luas yang lebih besar.