Polisi Batasi Ruang Gerak Pembuat Video AI Kontroversial Umrah di Borobudur

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Magelang telah merampungkan pemeriksaan terhadap Yulianto Harimurti, individu yang diduga bertanggung jawab atas pembuatan video kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan simulasi ibadah umrah di Candi Borobudur. Pemeriksaan ini dilakukan pada Kamis, 12 Juni 2025.

Menurut Penjabat Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Magelang, AKP La Ode Arwansyah, meskipun tidak dilakukan penahanan terhadap Yulianto, yang bersangkutan dilarang meninggalkan wilayah Magelang dan kembali ke kediamannya di Kota Surakarta, Jawa Tengah. "Saat ini, kami melakukan pengamanan selama 1x24 jam. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kemudian," ujar AKP Arwansyah.

Dalam proses pemeriksaan, penyidik mengajukan total 34 pertanyaan kepada Yulianto terkait pembuatan dan motivasi di balik video AI yang menampilkan umrah di Candi Borobudur. Saat ini, status Yulianto masih sebagai saksi, dan pihak kepolisian terus mendalami keterangannya. AKP Arwansyah menambahkan, "Sebagai tindak lanjut, kami menerima saran dari Siber Polda Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan terhadap ahli agama dari Kementerian Agama Jawa Tengah."

Selain melibatkan perspektif dari ahli agama, pihak kepolisian juga berencana meminta keterangan dari ahli di bidang informasi dan teknologi elektronik (ITE), serta ahli bahasa. Langkah ini diambil untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai implikasi dan potensi dampak dari video tersebut.

Penyelidikan terhadap video AI umrah di Candi Borobudur ini bermula dari laporan yang diajukan oleh Dewan Pimpinan Pusat Front Jihad Islam (DPP FJI), yang berpusat di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 4 Juni 2025. Laporan tersebut mendesak pihak berwajib untuk menindaklanjuti konten video yang dianggap meresahkan dan berpotensi menimbulkan polemik.

Sebelum menjalani pemeriksaan di Polresta Magelang, Yulianto bersama tiga orang rekannya telah bertemu dengan Mulyanto, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang. Pertemuan tertutup tersebut berlangsung di kantor Mulyanto. Dalam pertemuan itu, Yulianto mengakui bahwa dirinya adalah pembuat dan pengunggah video AI umrah ke Candi Borobudur. "Beliau telah menyampaikan permohonan maaf dan telah menghapus konten tersebut," ungkap Mulyanto.

Mulyanto menjelaskan bahwa Yulianto menggunakan platform Google Veo 3 untuk membuat video tersebut, kemudian mengunggahnya ke akun TikTok pribadinya. Menurut pengakuan Yulianto kepada Mulyanto, pembuatan video tersebut bertujuan untuk mempromosikan bisnisnya di bidang penjualan kemenyan. "(Yulianto) juga telah membuat video sanggahan atau klarifikasi terkait kontennya. Ia merasa bahwa situasi telah dinetralisir," imbuh Mulyanto.

  • Pemeriksaan ahli agama dari Kementerian Agama Jawa Tengah
  • Pemeriksaan ahli di bidang informasi dan teknologi elektronik (ITE)
  • Pemeriksaan ahli bahasa