Isu Pencurian Kucing di TPS Surabaya untuk Pakan Ular Mencuat, Warga Membantah

Sebuah video viral yang beredar luas di media sosial telah memicu perdebatan hangat di Surabaya. Video tersebut menyoroti dugaan praktik pengambilan kucing dari Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang kemudian diklaim digunakan sebagai pakan ular.

Dalam rekaman video yang beredar, terdengar percakapan antara dua orang mengenai keberadaan seorang individu yang diduga berasal dari Driyorejo dan sering mengambil kucing-kucing kecil dari TPS. Salah satu suara dalam video menyatakan, "Dari dulu orang itu yang ambil, seng jarene wong Driyorejo itu. Tapi digoleki sing cilik-cilik. Tapi dee sering makani kucing," yang mengindikasikan bahwa kucing-kucing tersebut diambil untuk tujuan tertentu. Namun, suara lain dalam video tersebut membantah klaim tersebut dengan tegas.

Isu ini semakin diperuncing dengan penyebutan wilayah Pasar Kebraon, di mana menurut video tersebut, pihak kepolisian telah meningkatkan pengawasan terkait aktivitas pengambilan kucing. "Di sana diawasi tapi wong sitok itu sing penggaweane njukuk," ujar salah satu narasumber dalam video.

Untuk memverifikasi kebenaran informasi yang beredar, tim investigasi melakukan penelusuran langsung ke lokasi TPS yang dimaksud, yaitu Bank Sampah Pesapen yang terletak di Jalan Sumur Welut, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa area TPS tersebut terawat dengan baik dan tidak terlihat adanya kucing yang berkeliaran. Beberapa warga terlihat membuang sampah, namun tidak ada petugas kebersihan yang berjaga di sekitar lokasi.

Bambang (67), seorang warga setempat yang ditemui di sekitar TPS, membantah dengan tegas isu pengambilan kucing tersebut. Ia menyatakan bahwa selama ini tidak pernah melihat kucing di area TPS. "Nggak, saya gak pernah lihat, kalau ayam ada, itupun cuma beberapa kadang-kadang kelihatan, kalau kucing gak pernah lihat," ujarnya.

Bambang menambahkan bahwa ia sering menghabiskan waktu sore di dekat TPS sambil menunggu cucunya, namun tidak pernah menyaksikan adanya kucing liar atau orang yang mengambil kucing dari lokasi tersebut. "Saya selalu tiap sore nungguin cucu saya disini, gak tuh, gak pernah liat ada kucing atau orang ngambilin," tegasnya.

Senada dengan Bambang, Sumarni (80), warga lain yang juga rutin membuang sampah di TPS tersebut, menyatakan hal yang sama. Ia mengaku tidak pernah melihat kucing atau aktivitas pengambilan kucing di area tersebut. "Gak pernah lihat, saya biasanya 3 atau 4 hari sekali buang sampah, enggak pernah ngelihat kucing," katanya.

Sumarni juga menyoroti kebersihan dan kerapian Bank Sampah Pesapen, yang menurutnya membuat hewan-hewan liar sulit untuk menetap di sana. "Jarang disini ada hewan, palingan ayam itupun punya warga di sini, kalau kucing gak pernah lihat," pungkasnya. Dengan demikian, kesaksian warga setempat secara konsisten membantah isu pengambilan kucing dari TPS untuk dijadikan pakan ular, yang sebelumnya viral di media sosial.