Napi Asimilasi Kabur Saat Berkegiatan di Lahan Pertanian Lapas Pangkalpinang

Pangkalpinang, Bangka Belitung - Seorang narapidana bernama Zulpikar (47), dilaporkan melarikan diri saat tengah menjalani program asimilasi di sebuah lahan pertanian yang dikelola oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tua Tunu, Pangkalpinang. Insiden ini terjadi di tengah kegiatan yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh lapas tersebut.

Kepala Lapas Tua Tunu Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa Zulpikar memanfaatkan kelengahan petugas pengawas saat sedang bekerja di lahan pertanian. Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari petugas lapas dan aparat kepolisian tengah melakukan pengejaran intensif untuk menangkap kembali Zulpikar.

"Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Selama ini, yang bersangkutan tidak menunjukkan gelagat mencurigakan dan selalu mengikuti kegiatan dengan baik. Ia ditugaskan membantu pemasangan instalasi pengairan di lahan ketahanan pangan. Diduga, ia memanfaatkan kesempatan saat pengawasan sedikit longgar," ujar Sugeng kepada awak media.

Menurut keterangan Sugeng, insiden tersebut terjadi pada hari Selasa (10/6/2025). Saat itu, sejumlah narapidana yang memenuhi syarat asimilasi dikeluarkan dari sel untuk membantu berbagai pekerjaan di lahan pertanian, seperti memperbaiki sistem pengairan, membuat bedengan untuk pupuk, serta membersihkan lahan dari tanaman yang tidak diperlukan.

Zulpikar, yang diketahui merupakan warga Kacang Pedang, Pangkalpinang, tiba-tiba menghilang dari lokasi kegiatan. Petugas lapas yang menyadari hal tersebut langsung melakukan penguncian (lockdown) seluruh area lapas dan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh warga binaan yang berada di sel masing-masing.

"Saat kejadian, sebenarnya ada petugas yang melakukan pengawasan. Namun, kemungkinan Zulpikar memanfaatkan celah waktu saat petugas lengah. Ia memang sudah terbiasa dilibatkan dalam kegiatan di luar sel," imbuh Sugeng.

Sugeng menegaskan bahwa program ketahanan pangan yang melibatkan warga binaan telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Narapidana yang dipilih untuk mengikuti program ini adalah mereka yang berkelakuan baik dan akan segera menyelesaikan masa hukumannya. Dari total 620 warga binaan di Lapas Tua Tunu Pangkalpinang, hanya sebagian kecil yang memenuhi syarat untuk mengikuti kegiatan di luar sel.

"Kami menduga ada niat tidak baik yang muncul secara tiba-tiba. Untuk motifnya, kami belum bisa memastikan karena yang bersangkutan masih dalam pengejaran," kata Sugeng.

Sugeng juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bangka Belitung, khususnya warga Pangkalpinang, atas insiden pelarian narapidana ini. Ia berharap Zulpikar dapat segera ditangkap kembali.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan telah mendeteksi beberapa lokasi yang mungkin menjadi tempat persembunyiannya, termasuk rumah keluarganya dan jalur-jalur keluar masuk Pangkalpinang. Kami berharap ia dapat segera ditemukan," pungkas Sugeng.