Kloter Pertama Jemaah Haji Purbalingga Tiba di Indonesia, Proses Imigrasi Dipercepat
Kloter pertama jemaah haji asal Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dijadwalkan tiba di Tanah Air pada hari Jumat, 13 Juni 2025, pukul 09.05 WIB. Kedatangan mereka dengan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan 6401 akan mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Solo, menandai dimulainya fase kepulangan para jemaah haji setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo telah mempersiapkan serangkaian proses untuk menyambut kedatangan para jemaah. Menurut keterangan dari Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indriadi, persiapan keberangkatan jemaah haji kloter 1 dari Arab Saudi telah berjalan lancar. Koordinasi telah dilakukan mulai dari persiapan di hotel hingga proses menuju bandara di Jeddah. PPIH Embarkasi Solo juga telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada berbagai pihak terkait, termasuk Bupati Purbalingga, DPR, Gubernur Jawa Tengah, serta Bupati Boyolali dan Forkompinda Boyolali.
Setibanya di Bandara Adi Soemarmo, proses pengecekan paspor akan menjadi prioritas utama. Petugas Imigrasi akan naik ke dalam pesawat untuk memeriksa dokumen para jemaah satu per satu. Setelah seluruh proses verifikasi selesai, paspor akan dikumpulkan oleh petugas kloter dan diserahkan kepada pihak Imigrasi untuk distempel sebagai tanda masuk kembali ke wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses dan memastikan kelancaran arus jemaah haji.
Prioritas juga diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia). Mereka akan diangkut menggunakan kendaraan khusus dari Bandara Adi Soemarmo menuju Asrama Haji Donohudan. Sementara itu, jemaah reguler yang dalam kondisi sehat akan menggunakan bus yang telah disiapkan. Koper-koper milik jemaah akan diangkut terpisah menggunakan truk.
Proses serah terima jemaah haji dari PPIH kepada petugas daerah akan dilaksanakan di Gedung Muzdalifah. PPIH menargetkan prosesi ini tidak akan memakan waktu lebih dari 30 menit. Setelah serah terima selesai, jemaah akan diarahkan menuju bus untuk kemudian dipulangkan ke daerah asal masing-masing. PPIH berupaya untuk mengefektifkan setiap tahapan proses penyambutan dan pemulangan jemaah haji, termasuk membatasi sambutan-sambutan yang berlebihan dan menutup seluruh rangkaian acara dengan doa bersama. Hal ini dilakukan untuk memastikan para jemaah dapat kembali ke keluarga mereka dengan aman dan nyaman setelah menunaikan ibadah haji.