Produksi Lokal Dongkrak Daya Saing Aion V, Harga Diprediksi Turun Hingga 10 Persen

Peresmian pabrik PT National Assemblers di Purwakarta, Jawa Barat, menjadi angin segar bagi pasar mobil listrik tanah air. Produksi lokal mobil listrik Aion, khususnya model Aion V, diprediksi akan mengalami penurunan harga hingga 10 persen.

Andrew Nasuri, Direktur PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), mengungkapkan bahwa perakitan lokal memungkinkan penyesuaian harga berkat peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini juga didukung oleh insentif pemerintah berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen. Meskipun sebelumnya insentif nol persen telah cukup membantu, peningkatan TKDN akan membuat Aion V semakin kompetitif di pasar.

"Dengan kandungan lokal bertambah, yang pasti harga itu akan lebih kompetitif. Adanya (penambahan TKDN) ini, akan ada VAT (PPN DTP) itu paling sedikit 10 persen. Jadi akan 10 persen lebih murah," jelas Andrew saat ditemui di sela-sela peresmian pabrik.

Saat ini, Aion V ditawarkan dalam dua varian:

  • Exclusive: Rp 449 juta
  • Luxury: Rp 489 juta

Dengan potensi penurunan harga 10 persen, Aion V diharapkan dapat bersaing lebih ketat di segmen mobil listrik menengah. Perakitan Aion V di Purwakarta memanfaatkan fasilitas canggih PT National Assemblers, yang merupakan anak usaha Indomobil Group. Pabrik ini mengadopsi sistem manufaktur NEV Lighthouse Factory milik GAC di China, termasuk konektivitas data penuh. Rencananya, fasilitas ini akan memproduksi lebih dari empat model kendaraan listrik, meliputi sedan, SUV, dan MPV. Dalam waktu dekat, Indomobil juga berencana menghadirkan MPV listrik 7-penumpang untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia.