Austria Berduka: Penembakan Massal di Sekolah Menengah Atas Graz Tewaskan Sepuluh Siswa
Tragedi Penembakan Guncang Graz, Austria
Kota Graz, Austria, dilanda duka mendalam setelah sebuah insiden penembakan massal terjadi di sekolah menengah atas BORG Dreierschützengasse pada hari Selasa, 10 Juni 2025. Seorang mantan siswa berusia 21 tahun, yang diidentifikasi oleh pihak berwenang, melepaskan tembakan di dalam ruang kelas, menyebabkan sepuluh siswa kehilangan nyawa.
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 10 pagi waktu setempat, ketika pelaku, yang dipersenjatai dengan pistol dan senapan, menyerbu masuk ke dalam kelas. Aksi brutalnya mengakibatkan tewasnya sembilan siswa di tempat kejadian, dengan satu korban lainnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Selain itu, dilaporkan bahwa dua belas orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Menteri Dalam Negeri Austria, Gerhard Karner, mengungkapkan bahwa mayoritas korban tewas adalah perempuan. Aparat kepolisian segera merespons laporan penembakan dengan mengerahkan sekitar 300 personel ke lokasi kejadian. Evakuasi sekolah segera dilakukan, dan dalam waktu 17 menit, situasi berhasil dikendalikan oleh pihak keamanan.
Identitas Pelaku dan Motif yang Belum Terungkap
Pelaku penembakan, yang diketahui sebagai mantan siswa sekolah tersebut, ditemukan tewas bunuh diri di toilet sekolah setelah melakukan aksinya. Motif di balik tindakan keji tersebut masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.
Menurut keterangan Karner, pelaku tidak menyelesaikan pendidikannya di sekolah tersebut. Polisi menemukan surat yang ditujukan kepada orang tua pelaku di kediamannya.
Reaksi dan Ungkapan Duka
Tragedi ini telah menimbulkan kesedihan dan keterkejutan yang mendalam di seluruh Austria. Para siswa, guru, dan staf sekolah, serta seluruh masyarakat, berjuang untuk menerima kenyataan pahit ini.
Ennio Resnik, seorang siswa di BORG Dreierschützengasse, menggambarkan suasana kebingungan dan ketidakpercayaan yang melanda sekolah setelah kejadian tersebut. Paul Nitsche, seorang guru studi agama, mengungkapkan keterkejutannya karena ia baru saja meninggalkan kelas tempat penembakan terjadi beberapa saat sebelumnya.
Presiden Austria, Alexander Van der Bellen, menyampaikan belasungkawa yang mendalam melalui media sosial, mengungkapkan kesedihannya atas hilangnya nyawa para siswa muda dan seorang guru. Kanselir Austria, Christian Stocker, menyebut tragedi ini sebagai "tragedi nasional" dan mengumumkan tiga hari masa berkabung nasional. Selama masa berkabung, bendera di kantor-kantor pemerintah dan gedung-gedung resmi akan dikibarkan setengah tiang.
Sekolah BORG Dreierschützengasse dan Trauma Masa Lalu
BORG Dreierschützengasse adalah sekolah menengah atas yang menampung sekitar 400 siswa berusia antara 14 dan 18 tahun. Sekolah ini terletak di Graz, kota terbesar kedua di Austria setelah Wina.
Tragedi ini membangkitkan kembali kenangan pahit akan peristiwa penembakan massal yang pernah terjadi di Austria pada masa lalu, termasuk insiden pada tahun 1981, 2013, 2016, dan 2020.
Pihak berwenang dan masyarakat Austria kini bersatu dalam upaya untuk memberikan dukungan kepada para korban, keluarga mereka, dan seluruh komunitas sekolah yang terdampak oleh tragedi ini. Investigasi mendalam terus dilakukan untuk mengungkap motif pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.