Pemkot Bandung Kaji Ulang Efektivitas Program Pengelolaan Sampah Warisan Oded M Danial

Pemerintah Kota Bandung tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap dua inisiatif pengelolaan sampah yang sebelumnya digagas oleh mendiang Wali Kota Oded M Danial, yaitu program Buruan Sae dan Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman). Langkah ini diambil untuk memastikan kedua program tersebut benar-benar memberikan dampak signifikan dalam menekan volume sampah di Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa evaluasi ini berfokus pada penelusuran dasar aturan yang melandasi kedua program tersebut. Tujuannya adalah untuk memahami esensi program dan mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan. Farhan menekankan pentingnya penanganan sampah sejak dari sumbernya.

Fokus Evaluasi Program

  • Buruan Sae: Program ini akan mengalami perubahan nama dan logo. Hal ini disebabkan karena nama dan logo yang ada saat ini telah didaftarkan atas nama pribadi. Pemerintah Kota Bandung berencana menggunakan nama lembaga untuk program ini.
  • Kang Pisman: Evaluasi difokuskan pada capaian program, khususnya terkait dengan pembentukan kawasan bebas sampah. Farhan mengungkapkan bahwa saat ini, kawasan bebas sampah baru terbentuk di kurang dari sepertiga kecamatan di Kota Bandung. Padahal, setiap kawasan bebas sampah idealnya mampu mengelola 30 persen sampah sebelum dibuang. Secara rata-rata, capaian ini masih di bawah 10 persen.

Farhan mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk lebih aktif berpartisipasi dalam program Kang Pisman di lingkungan masing-masing. Dengan partisipasi aktif warga, diharapkan pengurangan sampah di tingkat hulu dapat dimaksimalkan. Selain itu, keberadaan insinerator skala kecil yang telah ditempatkan di beberapa titik juga akan mendukung upaya pengurangan sampah.

Menurutnya, jika seluruh warga berpartisipasi aktif dalam program Kang Pisman dan Buruan Sae, diharapkan 30 persen sampah dapat tertangani di tingkat hulu. Jika program kawasan bebas sampah mencapai 100 persen, potensi pengelolaan sampah di hulu mencapai 600 ton. Insinerator juga secara bertahap mulai dioperasikan untuk mendukung upaya ini.

Pemerintah Kota Bandung berharap langkah evaluasi ini akan meningkatkan efektivitas program pengurangan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi seluruh masyarakat.