Investasi Rp 750 Miliar Digelontorkan untuk Sentra Industri Garam Terpadu di Rote Ndao

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 750 miliar untuk merealisasikan pembangunan sentra industri garam terpadu di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Inisiatif strategis ini bertujuan untuk meningkatkan produksi garam nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sektor industri.

Proyek ambisius ini akan berpusat di zona 1 dari total 10 zona yang direncanakan, dengan target penyelesaian pada tahun 2025. Direktur Jenderal Pengelola Kelautan KKP, A. Koswara, menjelaskan bahwa lahan seluas 10.000 hektar telah ditetapkan di Rote Ndao sebagai kawasan industri sentra garam. Konsepnya adalah mengintegrasikan seluruh proses produksi garam, mulai dari bahan baku hingga produk akhir, dalam satu kawasan terpadu.

PT. Garam akan bertindak sebagai operator yang mengelola zona 1. Lebih lanjut, Koswara menjelaskan bahwa dana investasi tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pembangunan zona 1, tetapi juga untuk pengembangan infrastruktur dasar yang mendukung seluruh zona industri. Infrastruktur tersebut meliputi:

  • Pembangunan dermaga
  • Jaringan jalan
  • Penyediaan listrik
  • Utilitas pendukung lainnya

Pemerintah juga berupaya membuka aksesibilitas ke seluruh zona agar pasokan bahan baku dapat terjamin dengan mudah dan efisien. Menurut Koswara, alokasi anggaran sebesar Rp 750 miliar akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan zona 1 serta membangun infrastruktur pendukung di seluruh zona industri garam tersebut.

Saat ini, KKP masih dalam tahap penyusunan desain kawasan zona 1. Groundbreaking konstruksi direncanakan akan dimulai pada awal Juli. Koswara berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga zona 1 dapat diselesaikan pada akhir tahun ini. Pengembangan sentra industri garam terpadu ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi garam nasional dan mengurangi ketergantungan impor.