Rekayasa Lalu Lintas Tol Trans Jawa Mudik Lebaran 2025: Antisipasi Kemacetan dengan Contraflow dan One Way
Rekayasa Lalu Lintas Tol Trans Jawa Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2025
Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) telah merancang strategi rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2025 di Tol Trans Jawa. Rencana ini meliputi penerapan sistem contraflow dan one way, hasil evaluasi dari pengalaman mudik tahun sebelumnya. Kabagops Korlantas Polri, Kombes Pol. Aries Syahbudin, memaparkan detail rencana tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Selasa, 11 Maret 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus mudik dan meminimalisir potensi kemacetan yang berdampak pada waktu tempuh perjalanan.
Skema Contraflow
Penerapan contraflow akan difokuskan pada beberapa titik di sepanjang Tol Trans Jawa. Berikut detail penerapannya:
- Km 47 - Km 70: Contraflow akan diberlakukan pada satu hingga dua lajur untuk mengurangi kepadatan di sekitar pertemuan turunan MBZ dan area rest area 57A hingga Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama).
- Km 109 - Km 132 & Km 152 - Km 159: Contraflow (arah Bandung) akan diberlakukan pada satu lajur jika terjadi kepadatan di rest area Km 130 dan pertemuan arus lalu lintas dari Tol Cisumdawu.
Selain itu, Korlantas Polri juga telah meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan contraflow, termasuk pemasangan barrier yang lebih rapat dan penambahan rambu-rambu, lampu kelap-kelip, serta penempatan kendaraan emergency di lokasi yang lebih dekat guna merespon insiden dengan cepat.
Skema One Way
Sistem one way akan diberlakukan mulai dari Km 70 hingga Km 414 di Kalikangkung. Untuk mengantisipasi kepadatan pada satu sisi jalur, strategi penyeimbangan akan diterapkan. Gerbang Tol (GT) yang semula sebagai GT keluar akan diubah menjadi GT masuk. Beberapa GT yang akan dilibatkan dalam skema ini antara lain GT Cisumdawu, Ciperna, Tegal, dan Pejagan. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan kepadatan lalu lintas di jalur A (eksisting) dan jalur B (one way), mencegah pengemudi mengambil jalur alternatif yang tidak aman.
Evaluasi dan Perbaikan
Korlantas Polri telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan contraflow di tahun sebelumnya, khususnya insiden kecelakaan di Km 58. Berdasarkan evaluasi tersebut, beberapa perbaikan signifikan telah diterapkan, seperti penambahan water barrier, rambu-rambu yang lebih jelas, dan penempatan kendaraan emergency yang lebih strategis. Penting untuk ditekankan bahwa kecepatan kendaraan di jalur contraflow tidak boleh melebihi kecepatan di jalur eksisting untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Himbauan Kepada Pengemudi
Korlantas Polri menghimbau seluruh pengemudi untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, memperhatikan rambu-rambu, dan menjaga kecepatan kendaraan agar tetap aman selama perjalanan mudik. Keselamatan dan keamanan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan rekayasa lalu lintas ini. Kesiapan dan kerjasama semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mengurangi kemacetan dan memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2025.