Los Angeles Berlakukan Jam Malam di Tengah Gelombang Protes dan Kerusuhan Terkait Kebijakan Imigrasi
Gelombang protes yang melanda Los Angeles, California, terkait kebijakan imigrasi yang kontroversial, mendorong pemerintah kota untuk memberlakukan jam malam di area pusat kota. Keputusan ini diambil menyusul serangkaian aksi vandalisme dan penjarahan yang terjadi di tengah unjuk rasa, yang awalnya damai, namun kemudian berujung pada kericuhan.
Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, mengumumkan keadaan darurat lokal dan memberlakukan jam malam yang berlaku mulai dari pukul 21.00 hingga 06.00 waktu setempat. Area yang terkena dampak jam malam mencakup wilayah seluas satu mil persegi di pusat kota Los Angeles, yang menjadi pusat aksi protes sejak akhir pekan lalu. Pengecualian diberlakukan bagi warga yang tinggal di area tersebut, jurnalis yang meliput peristiwa, dan petugas layanan darurat.
Protes ini dipicu oleh penangkapan sejumlah individu oleh agen imigrasi federal. Aksi unjuk rasa mencapai puncaknya pada hari Jumat (6/6), dengan ribuan orang turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka. Sayangnya, sebagian kecil demonstran memanfaatkan situasi ini untuk melakukan tindakan vandalisme, pembakaran, dan perusakan properti.
Kepolisian Los Angeles melaporkan bahwa setidaknya 23 pusat bisnis menjadi sasaran penjarahan pada Senin (9/6) malam. Lebih dari 500 orang telah ditangkap dalam beberapa hari terakhir terkait dengan aksi protes dan kerusuhan ini. Gelombang protes serupa juga dilaporkan terjadi di kota-kota lain di Amerika Serikat, seperti New York, Atlanta, Chicago, dan San Francisco.
Presiden AS, Donald Trump, menanggapi situasi di Los Angeles dengan tindakan tegas. Ia mengerahkan 4.000 personel Garda Nasional dan 700 anggota Korps Marinir ke kota tersebut. Trump menggambarkan kerusuhan di Los Angeles sebagai "serangan besar-besaran terhadap perdamaian, ketertiban umum, dan kedaulatan nasional." Ia juga menyebut para perusuh sebagai "musuh asing" dan berjanji untuk tidak membiarkan kota-kota Amerika "diinvasi dan ditaklukkan."
Berikut adalah beberapa poin penting terkait situasi di Los Angeles:
- Pemberlakuan jam malam di area pusat kota.
- Aksi protes dipicu oleh kebijakan imigrasi.
- Terjadi aksi vandalisme dan penjarahan.
- Ratusan orang ditangkap.
- Pengerahan Garda Nasional dan Korps Marinir.
- Presiden Trump menyebut kerusuhan sebagai "invasi".
Situasi di Los Angeles masih tegang, dan belum ada tanda-tanda mereda dalam waktu dekat. Pemerintah kota dan aparat penegak hukum berupaya untuk memulihkan ketertiban dan mencegah aksi kekerasan lebih lanjut. Sementara itu, protes terhadap kebijakan imigrasi terus berlanjut di berbagai kota di seluruh Amerika Serikat.