Trump: Iran Terlibat dalam Upaya Pembebasan Sandera dan Gencatan Senjata di Gaza

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim adanya keterlibatan Iran dalam perundingan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat, Hamas, dan Israel mengenai kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza. Pernyataan ini dilontarkan di tengah upaya diplomatik yang intens untuk meredakan konflik yang berkepanjangan.

"Gaza saat ini sedang berada di tengah negosiasi besar-besaran antara kami dan Hamas serta Israel, dan Iran sebenarnya terlibat, dan kita akan lihat apa yang akan terjadi dengan Gaza. Kami ingin mendapatkan kembali para sandera," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Detail spesifik mengenai peran Iran dalam negosiasi tersebut belum diungkapkan secara jelas oleh Trump. Permintaan klarifikasi kepada Gedung Putih terkait pernyataan ini belum mendapatkan respons. Kantor misi Iran untuk PBB di New York juga belum memberikan komentar.

Amerika Serikat sendiri telah mengusulkan gencatan senjata selama 60 hari antara Israel dan Hamas. Israel menyatakan kesediaannya untuk mematuhi ketentuan tersebut, namun Hamas sejauh ini belum menyetujui rencana tersebut. Usulan tersebut mencakup pembebasan 28 sandera Israel (hidup dan mati) pada minggu pertama sebagai imbalan atas pembebasan 1.236 tahanan Palestina dan penyerahan jenazah 180 warga Palestina yang tewas.

Selain negosiasi terkait Gaza, Amerika Serikat dan Iran juga dikabarkan tengah berupaya mencapai kesepakatan terpisah mengenai program nuklir Iran. Pemerintah Iran mendesak AS untuk memberikan jaminan resmi pencabutan sanksi yang telah diberlakukan terhadap Teheran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan, "Kami ingin jaminan bahwa sanksi-sanksi itu dicabut secara efektif." Ia menambahkan bahwa pihak Amerika belum memberikan klarifikasi terkait masalah ini.

Pernyataan Baqaei muncul setelah laporan badan PBB yang mengindikasikan bahwa Iran telah meningkatkan produksi uranium yang diperkaya hingga 60 persen, mendekati level 90 persen yang diperlukan untuk pembuatan senjata atom.

Utusan AS untuk perundingan nuklir dengan Iran, Steve Witkoff, menegaskan bahwa pemerintahan Trump akan menentang aktivitas pengayaan uranium oleh Teheran. "Program pengayaan tidak akan pernah ada lagi di negara Iran. Itu garis merah kami. Tidak ada pengayaan," tegas Witkoff.

Iran sendiri telah menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pengayaan uranium, terlepas dari adanya kesepakatan atau tidak mengenai program nuklirnya.

Rincian Usulan Gencatan Senjata:

Usulan gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat mencakup beberapa poin penting:

  • Gencatan senjata selama 60 hari antara Israel dan Hamas.
  • Pembebasan 28 sandera Israel (hidup dan mati) pada minggu pertama.
  • Sebagai imbalan, pembebasan 1.236 tahanan Palestina.
  • Penyerahan jenazah 180 warga Palestina yang tewas.

Perundingan Program Nuklir Iran:

Perundingan terpisah antara Amerika Serikat dan Iran mengenai program nuklir Iran juga menjadi sorotan. Poin-poin penting dalam perundingan ini meliputi:

  • Desakan Iran agar AS memberikan jaminan resmi pencabutan sanksi.
  • Kekhawatiran AS mengenai peningkatan produksi uranium yang diperkaya oleh Iran.
  • Penegasan AS bahwa program pengayaan uranium di Iran adalah "garis merah".