Insiden di Klaten: Pemuda Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Bokong Tertancap Per Kasur
Insiden Tak Terduga di Klaten: Seorang Pemuda Alami Kecelakaan di Rumah
Sebuah kejadian tak terduga menimpa seorang pemuda berinisial H, berusia 21 tahun, warga Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ia mengalami luka serius setelah bokongnya tertancap per kasur spring bed di rumahnya sendiri. Kejadian ini memicu kepanikan keluarga dan membutuhkan penanganan cepat dari tim pemadam kebakaran (Damkar) setempat.
Menurut keterangan ayah korban, yang hanya disebut dengan inisial M, anaknya itu memang seringkali langsung merebahkan diri ke kasur dengan posisi melompat. Diduga, kebiasaan inilah yang menyebabkan salah satu per kasur patah dan mencuat keluar. Nahas, saat H kembali melakukan kebiasaannya, per yang patah tersebut justru menancap ke bagian tubuhnya.
"Itu kan ada per yang patah, jadi anaknya itu sering tidur rebahan langsung brukk, melompat gitu. Ada yang patah masuk pantat," ujar M kepada awak media.
Saat kejadian, M sedang tidak berada di rumah karena menghadiri rapat takmir masjid. Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah tiba di rumah dan mendapati petugas Damkar sudah berada di lokasi untuk memberikan pertolongan.
Evakuasi Dramatis oleh Tim Damkar
Satria Bagyanto, anggota regu 2 Damkar Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 21.15 WIB. Laporan tersebut menginformasikan adanya seorang warga yang tertancap per kasur dan membutuhkan bantuan evakuasi.
"Kita berkoordinasi dengan markas PMI Klaten untuk kemudian bergerak ke lokasi. Tiba di lokasi kondisi korban masih merasa kesakitan," kata Satria.
Tim Damkar segera melakukan tindakan pertolongan pertama. Sebelum melakukan evakuasi, korban diberikan oksigen untuk membantu menstabilkan kondisinya. Petugas kemudian melakukan penyobekan pada kasur spring bed dan pemotongan per menggunakan alat pemotong besi dan pisau cutter.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 10 menit. Satria menjelaskan bahwa per tersebut menancap sekitar hampir 1 sentimeter ke dalam pinggul sebelah kiri korban, menyebabkan luka robek. Setelah per berhasil dipotong dan dicabut secara manual, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Prosesnya sekitar 10 menit. Per masuk ke pinggul sekitar hampir 1 sentimeter, besi masuk di pinggul sebelah kiri sehingga ada luka robek," jelas Satria.
Penanganan seluruhnya selesai sekitar pukul 22.30 WIB. Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas di rumah dan memastikan kondisi perabotan dalam keadaan baik untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.