Pecatur Muda Sleman, Shafira Devi Herfesa, Mantapkan Persiapan Menuju Piala Dunia Catur di Georgia

Shafira Devi Herfesa, pecatur wanita berbakat asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tengah memfokuskan diri pada latihan intensif menjelang keikutsertaannya di Piala Dunia Catur 2025 yang akan dihelat di Georgia pada bulan Juli mendatang. Persiapan matang ini dilakukan untuk menghadapi tantangan berat di ajang kompetisi catur tingkat dunia tersebut.

Sebelumnya, Shafira berkesempatan untuk bertemu dengan Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Pakualam X, di mana ia berbagi cerita mengenai perjalanan karirnya di dunia catur, mulai dari awal mula ia mengenal olahraga ini hingga pencapaian-pencapaian yang telah diraihnya. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mendapatkan dukungan dan motivasi dalam menghadapi kompetisi mendatang.

Kisah Shafira dalam dunia catur dimulai sejak usia dini, tepatnya saat ia berusia tiga tahun. Ayahnya, Erliansyah, menjadi sosok yang mengenalkan Shafira pada kompleksitas dan keindahan permainan ini. Sejak saat itu, Shafira didorong dan dilatih secara intensif untuk mengembangkan bakatnya.

Kompetisi catur mulai diikutinya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 1. Di usia yang masih sangat muda, delapan tahun, Shafira sudah berani unjuk kemampuan di kejuaraan nasional. Ketekunan dan kerja kerasnya membuahkan hasil yang gemilang.

Puncaknya, pada awal tahun 2025, Shafira berhasil meraih peringkat pertama pada ajang Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 kategori putri. Kemenangan ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga membuka jalannya untuk mewakili Indonesia di Piala Dunia Catur 2025.

Menjelang keberangkatannya ke Georgia, Shafira terus mematangkan persiapan di bawah bimbingan Grandmaster Susanto Megaranto dan Tirta Chandra di pelatnas. Program latihan yang dijalani fokus pada peningkatan kemampuan teknis, strategi, dan mental.

"Latihannya sama seperti latihan biasa," tutur Shafira saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, pada Selasa (10/6/2025). Meskipun demikian, ia mengakui bahwa intensitas latihan ditingkatkan menjelang Piala Dunia Catur.

Selain fokus pada persiapan Piala Dunia, Shafira juga memiliki target jangka panjang, yaitu meraih gelar Women Grand Master (WGM). Gelar ini merupakan impian setiap pecatur wanita profesional dan menjadi motivasi tambahan bagi Shafira untuk terus mengembangkan diri.

Menjelang Piala Dunia Catur, Shafira tidak memasang target yang terlalu muluk. Ia lebih memilih untuk fokus pada kualitas permainannya dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan.

"Target gak terlalu khusus, tapi aku main yang baik," ungkapnya dengan penuh semangat.

Dewi Rochana, Ibunda Shafira, mengungkapkan bahwa di balik sosoknya sebagai atlet catur berprestasi, Shafira tetaplah seorang anak yang memiliki ketertarikan pada hal-hal lain. Namun, ia memiliki kelebihan dalam hal ketekunan dan dedikasi terhadap apa yang ditekuninya.

"Sama seperti anak-anak lain, lebih tekun dengan sesuatu yang dia harus bisa. Kalau belum tercapai, dia belum berhenti," jelas Dewi.

Shafira merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Menariknya, kecintaan pada catur juga menular pada adik-adiknya. Bahkan, beberapa di antara mereka juga telah meraih prestasi di tingkat nasional.

"Catur semua, yang nomor 3 dan 4 kejurnas. Shafira anak pertama, kedua dan kelima kejuaraan daerah," kata Dewi dengan bangga. Ia berharap adik-adik Shafira dapat mengikuti jejak kakaknya dan berkesempatan untuk bergabung dengan pelatnas serta berkompetisi di ajang catur internasional.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari keluarga serta pelatih, Shafira Devi Herfesa siap mengharumkan nama Indonesia di Piala Dunia Catur 2025. Semoga ia dapat meraih hasil yang terbaik dan menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mencintai dan mengembangkan olahraga catur.