Gelombang Protes Kebijakan Imigrasi AS Memicu Kerusuhan di Los Angeles: Meksiko Serukan Penghormatan Hak Imigran
Gelombang demonstrasi yang memprotes kebijakan imigrasi Amerika Serikat di Los Angeles, California, berujung pada kerusuhan, memicu reaksi keras dari Meksiko. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, secara terbuka mengecam tindak kekerasan yang terjadi selama aksi unjuk rasa tersebut. Pemerintah Meksiko mendesak Amerika Serikat untuk memperlakukan para imigran dengan rasa hormat dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.
Sheinbaum menyatakan bahwa Meksiko tidak mendukung kekerasan sebagai bentuk protes. Pemerintah Meksiko menegaskan akan terus menggunakan semua jalur diplomatik dan hukum yang tersedia untuk menyampaikan ketidakpuasannya terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap mengkriminalisasi migrasi dan membahayakan keselamatan serta kesejahteraan warga Meksiko di Amerika Serikat.
Ketegangan meningkat setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengerahkan sekitar 300 tentara Garda Nasional ke Los Angeles untuk mengamankan properti dan personel federal. Langkah ini diambil menyusul bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Kehadiran tentara bersenjata lengkap di jalan-jalan kota semakin memicu kemarahan para pengunjuk rasa.
Aksi protes bermula setelah petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) AS melakukan operasi penggeledahan di berbagai lokasi di Los Angeles, sesuai dengan arahan Presiden Trump untuk mendeportasi imigran tidak berdokumen. Para demonstran berkumpul di depan Pusat Penahanan Metropolitan AS sebagai bentuk protes atas penangkapan sejumlah orang yang diduga sebagai imigran ilegal atau anggota geng kriminal.
Pada hari Sabtu, Trump menandatangani memorandum yang memerintahkan pengerahan 2.000 tentara Garda Nasional untuk mengatasi situasi yang disebut Gedung Putih sebagai 'pelanggaran hukum yang berlarut-larut.' Situasi di Los Angeles masih tegang, dan dampaknya terhadap hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Meksiko masih terus dipantau.