Resah dengan Peliharaan Reptil Raksasa, Warga Surabaya Minta Bantuan Evakuasi Buaya Muara

Zainudin, seorang warga Jalan Manyar Sabrangan III, Surabaya, kini dilanda keresahan akibat hewan peliharaannya yang tak biasa. Selama enam tahun terakhir, ia merawat seekor buaya muara yang kini telah mencapai ukuran dua meter. Ukuran buaya yang terus membesar membuatnya khawatir akan potensi bahaya yang ditimbulkan.

Kisah bermula ketika Zainudin tengah memancing di Sungai Jagir beberapa tahun silam. Alih-alih ikan, ia justru mendapatkan seekor buaya kecil dengan panjang sekitar 60 cm. Merasa iba, Zainudin memutuskan untuk memeliharanya. "Kira-kira enam tahun lalu, saat mancing, saya dapat buaya. Lalu saya tangkap dan pelihara," ujarnya, Senin (9/6/2025).

Buaya tersebut, yang diberi nama Coki, dipelihara di sebuah kolam yang dimodifikasi di dalam rumah Zainudin. Dahulu, kolam itu digunakan untuk memelihara ikan lele. Sekarang kolam tersebut menjadi habitat Coki, meski kondisinya terbilang kurang ideal, yakni gelap dan lembab. Kolam tersebut berada di bawah tangga rumah.

Zainudin mengungkapkan bahwa setiap hari Coki diberi makan kepala ayam sebanyak satu kilogram. "Dari awal pelihara sampai sekarang, pakannya kepala ayam," jelasnya.

Namun, seiring pertumbuhan Coki yang signifikan, Zainudin mulai merasa khawatir. Ukuran buaya yang terus membesar dianggap berpotensi membahayakan. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya untuk melakukan evakuasi.

"Sejak dulu saya ingin menyerahkan (buaya), tapi saya tidak tahu ke mana. Akhirnya saya memutuskan untuk meminta evakuasi karena risikonya," tutur Zainudin.

Laporan Zainudin segera direspon oleh petugas BPBD Surabaya. Namun, evakuasi yang direncanakan pada hari itu harus ditunda karena Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) belum siap. "Tadi rencananya hari ini dievakuasi, tapi karena BKSDA belum siap, terpaksa besok," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novianti, membenarkan adanya permintaan evakuasi buaya tersebut. Pihaknya berencana melakukan evakuasi pada hari Selasa (10/6) bersama dengan petugas BKSDA. "Iya betul, ada permintaan evakuasi dari pemilik. Rencana evakuasi besok, untuk jamnya masih menunggu konfirmasi dari BKSDA," jelas Linda.