Penipuan Modus Polisi Palsu di Medan: Tiga Ponsel Raib Digondol Pelaku
Penipuan Modus Polisi Palsu di Medan: Tiga Ponsel Raib Digondol Pelaku
Sebuah aksi penipuan dengan modus penyamaran sebagai aparat kepolisian terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Kejadian yang menimpa seorang remaja putra berusia 17 tahun, anak seorang anggota Kepolisian, ini mengakibatkan hilangnya tiga buah ponsel milik korban dan rekan-rekannya. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 29 Januari 2025, sekitar pukul 11.30 WIB di Jalan Setia Budi, Medan.
Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Tuntungan, Iptu Syawal Sitepu, korban F (17) tengah dalam perjalanan pulang bersama dua orang temannya saat sepeda motor yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin. Di tengah upaya mereka untuk memperbaiki kendaraannya, dua orang pria yang mengaku sebagai anggota Kepolisian mendekati mereka. Para pelaku dengan licik menuduh korban dan teman-temannya melakukan pencurian. Untuk mengelabui korban, pelaku meminta untuk memeriksa isi ponsel milik mereka. Namun, alih-alih melakukan pemeriksaan, kedua pelaku justru mengambil dan melarikan diri dengan membawa ketiga ponsel tersebut.
Korban yang merasa tertipu segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tuntungan. Tim penyidik yang melakukan penyelidikan berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku, Wawan Adirata (46). Wawan diringkus pada Sabtu, 8 Maret 2025, di Gang Gembira, Kecamatan Medan Selayang. Dalam pemeriksaan, Wawan mengakui perbuatannya dan menyebutkan bahwa ia beraksi bersama seorang pelaku lain yang masih dalam pengejaran, berinisial A. Ketiga ponsel hasil kejahatan tersebut telah dijual ke kawasan Pajak Melati seharga Rp 1,4 juta.
Dari total penjualan, Wawan mendapatkan bagian sebesar Rp 450.000, yang digunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat ini, Wawan telah ditahan di Polsek Tuntungan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lain, A, yang hingga saat ini masih buron. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus penipuan yang semakin beragam dan licik. Penting untuk selalu memastikan identitas seseorang yang mengaku sebagai aparat penegak hukum sebelum memberikan informasi pribadi atau barang berharga. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke pihak berwajib apabila mengalami kejadian serupa.
Kronologi Kejadian:
- Sepeda motor korban mogok di Jalan Setia Budi, Medan.
- Dua pelaku mengaku sebagai polisi dan menuduh korban mencuri.
- Pelaku meminta untuk memeriksa ponsel korban dan teman-temannya.
- Pelaku melarikan diri dengan membawa tiga ponsel.
- Korban melaporkan kejadian ke Polsek Tuntungan.
- Wawan Adirata (46) ditangkap dan mengaku menjual ponsel.
- Pelaku lain (inisial A) masih dalam pengejaran.