Pengungsi Kebakaran Tamansari Terdesak Kekurangan Suplai Bayi
Tragedi kebakaran yang melanda Kelurahan Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, menyisakan duka mendalam bagi para pengungsi. Di tengah himpitan kehilangan tempat tinggal dan harta benda, kebutuhan mendesak akan suplai bayi seperti susu formula dan popok menjadi perhatian utama.
Susi, seorang ibu muda berusia 30 tahun, menjadi salah satu potret buram dari dampak kebakaran ini. Bersama suami dan kedua buah hatinya, termasuk seorang bayi, Susi terpaksa mengungsi di Masjid Jami Al-Huda sejak Jumat lalu. Di tengah keterbatasan, Susi mengungkapkan betapa krusialnya bantuan susu dan popok untuk sang buah hati. "Aku berharap bantuan susu dan pampers itu ada karena penting," ujarnya dengan nada penuh harap. Ia menambahkan bahwa bantuan pakaian telah banyak berdatangan, namun kebutuhan mendasar bayi justru luput dari perhatian.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh para pengungsi lainnya. Wakil Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Krukut, Robby Hernelis, mengungkapkan bahwa kebutuhan pokok secara keseluruhan masih sangat minim. Ia menyerukan uluran tangan dari seluruh elemen masyarakat, terutama dalam bentuk pakaian baru.
Bantuan dari berbagai pihak, seperti Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah mengalir. Namun, dengan data 28 rumah hangus terbakar yang berdampak pada 60 kepala keluarga (KK) atau 178 jiwa, bantuan yang ada masih jauh dari kata cukup. Terlebih, terdapat 10 bayi yang turut mengungsi, terbagi rata antara laki-laki dan perempuan, yang semakin menambah urgensi pemenuhan kebutuhan bayi.
Kebakaran dahsyat yang melanda sebuah pabrik lilin di Jalan Keutamaan Dalam Krukut Limo pada Kamis malam menjadi penyebab utama tragedi ini. Api berkobar hebat dan merambat dengan cepat, meluluhlantakkan bangunan dan merenggut tempat tinggal ratusan warga.
Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Joko Susilo, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 22.09 WIB. Upaya pemadaman segera dilakukan, namun besarnya api dan potensi perambatan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Berikut adalah daftar kebutuhan mendesak yang diperlukan para pengungsi:
- Susu formula
- Popok bayi
- Pakaian baru
- Makanan pokok
- Obat-obatan
- Perlengkapan kebersihan diri
Diharapkan, uluran tangan dari berbagai pihak dapat meringankan beban para pengungsi dan membantu mereka melewati masa sulit ini.