Karina Icha Banting Setir ke Dunia Akting, Debut di Film Horor 'Lintrik'
Dunia hiburan Tanah Air kembali diramaikan dengan wajah baru. Karina Icha, seorang wanita yang sebelumnya bercita-cita menjadi anggota kepolisian, kini melebarkan sayapnya di dunia seni peran melalui film horor berjudul 'Lintrik (Ilmu Pemikat)'. Debutnya ini menjadi babak baru dalam kariernya, meninggalkan rutinitasnya sebagai seorang pegawai kantoran.
Karina mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan untuk berperan sebagai Sari, karakter utama dalam film tersebut. Sari digambarkan sebagai sosok wanita yang malang, terjerat dalam lingkaran kemiskinan dan terpaksa bekerja sebagai penghibur malam untuk melunasi hutang orang tuanya. "Saya mendapatkan tawaran dari Kak Acho setelah melalui proses casting. Cerita Sari sangat menyentuh dan membuat saya tertantang untuk memerankannya," ujar Karina.
Ketertarikan Karina pada film 'Lintrik' tidak hanya sebatas pada jalan cerita yang menarik, tetapi juga pada nilai budaya Indonesia yang diangkat dalam film tersebut. 'Lintrik' mengangkat tema ilmu hitam yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat, khususnya di daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Film ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada penonton tentang kepercayaan dan tradisi yang ada di Indonesia.
Menjadi seorang aktris tentu bukan perkara mudah bagi Karina, yang sebelumnya berprofesi sebagai pegawai kantoran. Namun, dengan tekad yang kuat dan semangat untuk belajar, Karina berusaha keras untuk memberikan yang terbaik dalam debutnya ini. "Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa profesional di dunia entertainment. Saya siap melakukan adegan apapun yang dibutuhkan, tentu saja dengan batasan-batasan tertentu," tegasnya.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Karina dalam film 'Lintrik' adalah penggunaan bahasa Osing, dialek bahasa Jawa yang digunakan oleh Suku Osing di Banyuwangi. Karina mengaku belum pernah mendengar bahasa tersebut sebelumnya dan harus belajar dengan cepat agar dapat berdialog dengan lancar. Selain itu, proses syuting juga dilakukan di tengah hutan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Beradu akting dengan aktor dan aktris senior seperti Yati Surachman, Donny Damara, Meisya Amira, dan Teguh Ryder, Karina merasa sangat beruntung karena dapat belajar banyak dari mereka. "Saya sangat senang bisa berakting dengan para senior. Mereka sangat baik dan memberikan banyak masukan berharga," ungkapnya.
Film 'Lintrik' disutradarai oleh Irham Acho Bahtiar dan diproduseri oleh Asye Siregar. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada tahun 2025 mendatang. Dengan mengangkat tema horor yang dibalut dengan budaya Indonesia, 'Lintrik' diharapkan dapat menjadi tontonan yang menarik dan menghibur bagi penonton.
- Tantangan Bahasa Osing: Karina Icha harus mempelajari bahasa Osing, dialek lokal dari Banyuwangi, untuk perannya.
- Kerja Keras: Karina menunjukkan dedikasi dengan bekerja keras untuk transisinya dari pegawai kantoran menjadi aktris.
- Pengalaman Berharga: Beradu akting dengan aktor senior memberikan Karina pengalaman yang tak ternilai.
- Nilai Budaya: Film ini memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya melalui penggunaan bahasa dan tema lokal.
- Jadwal Tayang: Film 'Lintrik' akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tahun 2025.