Apresiasi atas Penunjukan Djaka Budi Utama sebagai Dirjen Bea Cukai: Sebuah Pengabdian di Atas Pangkat
Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein, menyampaikan penghormatan mendalam atas kesediaan Letnan Jenderal TNI (Purn) Djaka Budi Utama untuk mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
Menurut Yunus Husein, keputusan Djaka Budi Utama ini mencerminkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa terhadap negara, mengingat jabatan Dirjen Bea Cukai lazimnya diisi oleh perwira tinggi dengan pangkat lebih rendah.
"Saya sangat mengapresiasi kesediaan beliau, seorang perwira tinggi bintang tiga, untuk menerima jabatan sebagai dirjen. Sepengetahuan saya, posisi dirjen biasanya diemban oleh perwira bintang dua. Perwira bintang tiga umumnya menduduki posisi strategis seperti sekjen atau irjen. Kesediaan beliau menunjukkan pengorbanan dan semangat pengabdian yang tinggi," ungkap Yunus Husein dalam sebuah wawancara.
Yunus Husein menekankan bahwa kesediaan Djaka Budi Utama untuk mengisi posisi Dirjen Bea dan Cukai sangat krusial, terutama dalam menanggulangi berbagai permasalahan kompleks di wilayah perbatasan dan kepabeanan. Ia menyoroti bahwa area-area ini masih rentan terhadap aktivitas ilegal seperti penyelundupan dan pencucian uang. Yunus Husein percaya bahwa pengalaman dan ketegasan Djaka Budi Utama akan membawa perubahan positif dalam pengawasan dan penegakan hukum di wilayah-wilayah tersebut.
"Kesediaan beliau untuk terjun langsung dan berjuang di wilayah perbatasan sangatlah penting. Kita memiliki terlalu banyak titik kepabeanan, dan tidak semuanya dapat diawasi secara efektif. Terutama di wilayah Indonesia Timur, pengawasan cenderung kurang ketat," jelas Yunus Husein.
Merujuk pada data yang dirilis oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Yunus Husein mengungkapkan bahwa sekitar 20% wilayah pabean di Indonesia masih belum diawasi secara optimal. Kondisi ini menciptakan celah yang dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk memasukkan narkotika dan barang-barang terlarang ke dalam negeri.
"Kasus penangkapan narkotika dalam jumlah besar di Batam baru-baru ini adalah contoh nyata betapa rentannya wilayah kepabeanan terhadap penyelundupan narkotika, barang-barang ilegal, dan lalu lintas uang haram," tegas Yunus Husein.
Oleh karena itu, Yunus Husein menekankan perlunya tindakan tegas dan tanpa kompromi dari Djaka Budi Utama dalam memberantas praktik penyelundupan, tanpa memandang latar belakang atau kekuatan pihak-pihak yang terlibat.
"Dalam hal ini, keberanian beliau untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu sangatlah penting. Tindak tegas semua pelaku, karena biasanya ada pihak-pihak yang melindungi mereka," pungkas Yunus Husein.