Minimnya Petugas di Area Jumrah Picu Banyak Jemaah Haji Tersesat, DPR RI Beri Sorotan Tajam
Prosesi lempar jumrah di Mina, yang merupakan salah satu tahapan krusial dalam ibadah haji, diwarnai dengan insiden banyaknya jemaah haji Indonesia yang dilaporkan tersesat. Kondisi ini memicu keprihatinan serius dari Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, yang menyoroti minimnya kehadiran petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di lokasi-lokasi strategis.
Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua Timwas Haji DPR RI, mengungkapkan kekecewaannya atas kurangnya personel PPIH di lapangan, terutama di jalur-jalur yang dipadati jemaah saat prosesi lempar jumrah berlangsung. Menurutnya, jalur-jalur ini seharusnya dilengkapi dengan rambu penunjuk arah yang jelas dan kehadiran petugas yang siap membantu. Kurangnya perencanaan dalam penempatan petugas di titik-titik vital dianggap sebagai faktor utama penyebab kebingungan dan disorientasi jemaah.
"Seharusnya simulasi penempatan petugas di Mina, khususnya di jalur lempar jumrah yang sangat ramai, sudah dilakukan sejak jauh hari. Banyak jemaah kita yang kesulitan menemukan arah, sehingga kehadiran petugas di titik-titik strategis sangat penting untuk mencegah mereka tersesat, baik jemaah haji reguler maupun haji khusus," tegas Cucun.
Menanggapi situasi tersebut, Cucun mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Direktur Haji Luar Negeri untuk segera menambah jumlah petugas di lapangan dan menempatkan mereka di titik-titik keramaian. Tujuannya adalah agar para petugas dapat memberikan bantuan dan arahan yang optimal kepada jemaah yang membutuhkan.
Selain masalah jemaah yang tersesat, Timwas DPR RI juga mencatat sejumlah permasalahan lain selama prosesi lempar jumrah. Kondisi cuaca panas yang ekstrem menyebabkan banyak jemaah mengalami kelelahan, bahkan beberapa jemaah lansia harus dievakuasi dari jalur lempar jumrah karena kondisi fisik yang memburuk. Sejumlah jemaah juga dilaporkan membutuhkan perawatan medis di pos kesehatan, dan beberapa kasus kematian terjadi selama masa puncak ibadah haji ini.
Cucun menekankan pentingnya penanganan serius dari PPIH untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Ia mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan dan pendampingan jemaah, khususnya di area-area padat seperti lokasi lempar jumrah. Beberapa poin yang perlu diperhatikan antara lain:
- Penambahan Jumlah Petugas: Meningkatkan jumlah petugas PPIH di lapangan, terutama di lokasi-lokasi strategis dan jalur-jalur padat jemaah.
- Peningkatan Rambu Penunjuk Arah: Memastikan ketersediaan rambu penunjuk arah yang jelas dan mudah dibaca di seluruh area Mina, khususnya di jalur-jalur lempar jumrah.
- Koordinasi yang Efektif: Meningkatkan koordinasi antara petugas PPIH, petugas keamanan, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan kelancaran dan keamanan prosesi lempar jumrah.
- Sosialisasi yang Intensif: Melakukan sosialisasi yang lebih intensif kepada jemaah haji mengenai rute-rute penting, lokasi-lokasi strategis, dan prosedur keselamatan selama prosesi lempar jumrah.
"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah haji untuk selalu mematuhi arahan petugas. Namun, jika jumlah petugas tidak mencukupi, tentu ini menjadi masalah besar. Tujuan utama kita adalah memastikan agar seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk, tanpa harus menghadapi risiko tersesat atau mengalami kondisi darurat lainnya," pungkasnya.