Inovasi Pengelolaan Sampah di Tompaso: Program 'Setor Jo' Ubah Limbah Jadi Sumber Ekonomi Warga

Di Tompaso Raya, Sulawesi Utara, sebuah inisiatif inovatif mengubah paradigma pengelolaan sampah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Program Bank Sampah 'Setor Jo', yang diinisiasi oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong, telah mengubah sampah rumah tangga yang dulunya berakhir di tempat pembakaran atau penimbunan menjadi sumber daya bernilai ekonomi.

Sejak diluncurkan pada tahun 2022, program ini telah berhasil melibatkan lebih dari 340 warga dalam pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Program 'Setor Jo' menjadi salah satu program unggulan dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PGE. Program ini tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memberdayakan mereka, dan menciptakan nilai ekonomi baru dari limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

Saat ini, empat unit bank sampah telah didirikan di desa-desa di sekitar wilayah operasional PGE Area Lahendong. Nasabah bank sampah tidak hanya berasal dari kalangan umum, tetapi juga mencakup kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas. Mereka secara aktif menyetorkan sampah dan menerima insentif dari hasil daur ulang.

Pada tahun 2024, PGE bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Liberty Society untuk mengembangkan program ini lebih lanjut. Kerjasama ini meliputi pelatihan pengolahan sampah anorganik dan pelatihan kewirausahaan untuk pengurus dan nasabah bank sampah. Selain itu, Karang Taruna dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga dilibatkan untuk memperkuat jaringan pemasaran produk daur ulang.

Salah satu inovasi penting dari program ini adalah penggunaan mesin sheet press yang mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan dasar untuk berbagai produk, seperti aksesoris, furnitur, dan sofa ecobrick. Selain itu, limbah organik diolah menjadi eco-enzyme dan produk turunannya, seperti disinfektan alami berbasis eco-atsiri.

Secara kumulatif, sejak awal berdiri hingga saat ini, program 'Setor Jo' telah mengolah 5 ton sampah anorganik jenis HDPE, LDPE, dan MLP, serta 2 ton sampah organik. Dampaknya sangat signifikan, yaitu pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

PGE meyakini bahwa pengelolaan lingkungan yang baik akan lebih efektif jika dilakukan secara kolaboratif. Oleh karena itu, PGE bersinergi dengan berbagai pihak, mulai dari LSM, pemerintah daerah, kelompok jahit, hingga dinas koperasi dan UKM. Saat ini, program Bank Sampah 'Setor Jo' menjadi model yang dapat ditiru oleh desa-desa lain di sekitar Minahasa.

Atas inisiatifnya ini, program ini telah meraih penghargaan Platinum dalam ajang Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Awards (BISRA) 2024. PGE berkomitmen untuk terus memperluas dampak positif lingkungan dan sosial, sejalan dengan target Indonesia menuju Net Zero Emission pada tahun 2060. Sebagai bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero), PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.877,5 MW. Kapasitas panas bumi dari wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 80 persen dari total kapasitas panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi karbon dioksida hingga 9,7 juta ton CO2 per tahun.