Padel: Lebih dari Sekadar Olahraga, Jembatan Eratkan Persahabatan

Padel, olahraga yang sedang naik daun, ternyata tak hanya menawarkan kebugaran fisik, tetapi juga menjadi wadah untuk memperluas jaringan pertemanan dan mempererat hubungan sosial. Konsep permainannya yang lebih kasual, dikombinasikan dengan ukuran lapangan yang relatif kecil, menciptakan interaksi yang lebih intens dan akrab antar pemain.

Beberapa pemain padel dari berbagai latar belakang merasakan langsung manfaat positif ini. Bagi Rizky Rahman, seorang karyawan swasta berusia 24 tahun, padel bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga cara efektif untuk mengembangkan lingkaran sosialnya. Ia mulai bermain padel pada awal tahun 2025 melalui ajakan teman-temannya.

"Dari padel, aku bisa menambah relasi. Apalagi lapangannya kecil, jadi lebih intim dan akrab dengan yang lain," ungkap Rizky.

Tak lama setelah mengenal padel, Rizky dan teman-temannya membentuk komunitas kecil bernama Spadel. Meskipun baru terbentuk beberapa bulan, komunitas ini telah berhasil mengajak belasan orang untuk bermain padel bersama.

"Anggotanya adalah teman-teman terdekat atau rekan dari teman-teman terdekatku juga. Komunitas ini tidak mengikat, jadi siapa pun bisa bergabung kapan saja," jelasnya.

Rizky menambahkan bahwa suasana di komunitasnya terasa lebih hangat karena diisi oleh orang-orang yang sudah saling mengenal, sehingga membuatnya merasa lebih nyaman dan mudah akrab dengan sesama pemain.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Sasti Emanuela, seorang profesional di bidang pengembangan bisnis berusia 39 tahun. Ia telah menekuni padel sejak November 2024 dan merasakan langsung manfaatnya dalam memperluas jaringan pertemanan lintas usia.

"Menurutku, padel ini selain bermanfaat untuk kebugaran tubuh, juga bisa memperbanyak relasi, karena ketika olahraga pasti ada pembahasan soal pekerjaan dan saling mengenal," ujar Sasti.

Ia bergabung dengan sebuah komunitas padel yang anggotanya berasal dari berbagai generasi. Di sana, Sasti belajar mengenal berbagai karakter orang. Lebih dari itu, padel juga membantunya menjaga kesehatan mental di tengah kesibukan pekerjaan.

"Olahraga juga bisa menghilangkan stres. Aku biasanya menyisihkan waktu untuk padel ketika sedang banyak pekerjaan, dan setelahnya istirahat jadi lebih berkualitas," tambahnya.

Moh Farid Mauludi, seorang mantan atlet tenis yang kini menjadi pelatih padel di Graha Padel Club Surabaya, melihat perbedaan signifikan dalam atmosfer sosial antara kedua olahraga tersebut.

"Soal relasi, tenis dan padel sama-sama bisa menambah relasi. Tapi padel kesannya lebih santai," ungkap Farid.

Menurutnya, padel adalah pilihan ideal bagi mereka yang mencari olahraga menyenangkan tanpa memerlukan adaptasi yang rumit. Selain mengandalkan koordinasi dan refleks, padel juga memungkinkan interaksi sosial yang lebih cair antar pemain di lapangan kaca.

"Apalagi kalau ingin menambah relasi sosial, padel lebih cocok dan akrab dengan pemain lainnya," pungkasnya.