Megawati Soekarnoputri Tekankan Pentingnya Persatuan di Tengah Perbedaan Pendapat

Dalam acara pembukaan pameran foto Guntur Soekarnoputra yang bertajuk 'Pameran Foto Gelegar Foto Nusantara 2025: Potret Sejarah dan Kehidupan' di Galeri Nasional Indonesia, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidato yang menyoroti pentingnya persatuan dan pemahaman sejarah bangsa. Kehadiran sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, serta berbagai politisi dari PDIP dan PSI, menambah bobot acara tersebut.

Megawati memulai pidatonya dengan menyinggung TAP MPRS Nomor 33 Tahun 1967, sebuah momen penting dalam sejarah Indonesia yang seringkali terlewatkan atau disederhanakan. Ia mengungkapkan keprihatinannya bahwa pemahaman sejarah Indonesia seringkali terpotong-potong, seolah-olah hanya dimulai dari era Orde Baru. Megawati menekankan bahwa menjadi Indonesia bukanlah hal yang mudah dan mengajak semua pihak untuk memahami sejarah secara utuh. Dirinya bahkan menawarkan diri untuk berdiskusi dengan siapa pun yang memiliki pandangan berbeda tentang sejarah bangsa, guna meluruskan pemahaman tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kemudian, Megawati secara khusus menyapa Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menekankan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan bahkan diakomodasi dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Ia mengingatkan bahwa meskipun Indonesia terdiri dari berbagai macam perbedaan, tetap harus menjunjung tinggi persatuan. Megawati juga mempertanyakan apakah semangat Pancasila hanya diucapkan secara verbal atau benar-benar dihayati dalam tindakan sehari-hari. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata.

Pameran foto Guntur Soekarnoputra sendiri menampilkan sekitar 550 hasil jepretan yang menggambarkan potret sejarah dan kehidupan di Indonesia. Kehadiran para tokoh penting dalam acara ini menunjukkan dukungan terhadap pelestarian sejarah dan budaya bangsa. Pidato Megawati Soekarnoputri menjadi sorotan utama, mengingatkan kembali akan pentingnya persatuan, pemahaman sejarah, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berikut adalah daftar tokoh yang hadir dalam acara tersebut:

  • Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDIP, Presiden ke-5 RI)
  • Fadli Zon (Menteri Kebudayaan)
  • Bima Arya (Wakil Menteri Dalam Negeri)
  • Arief Hidayat (Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi)
  • Try Sutrisno (Wakil Presiden ke-6 RI)
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok, Politisi PDIP)
  • Ganjar Pranowo (Politisi PDIP)
  • Giring Ganesha (Politisi PSI)

Acara ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai kebangsaan dan mempererat persatuan di tengah perbedaan yang ada.