Banjir Bandang Terjang Pangandaran, Infrastruktur Desa Ciganjeng Porak-Poranda

Hujan deras yang mengguyur wilayah Pangandaran pada Rabu (4/6/2025) malam lalu mengakibatkan banjir bandang yang merusak infrastruktur vital di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang. Kerusakan terparah terjadi pada sebuah bendungan dan jembatan penghubung antar dusun, yang kini kondisinya jebol dan tidak dapat dilalui.

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, segera turun ke lokasi kejadian pada Jumat (6/6/2025) untuk meninjau dampak kerusakan. Didampingi oleh anggota DPRD, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran, Bupati Citra melihat langsung kondisi bendungan dan jembatan yang hancur.

"Saya berharap bendungan ini bisa segera diperbaiki dalam perubahan anggaran mendatang," ujar Bupati Citra di lokasi jembatan yang jebol. Ia menjelaskan bahwa perbaikan bendungan menjadi prioritas utama karena fungsinya yang vital bagi pengairan sawah dan kebutuhan air bersih warga. Sementara itu, terkait perbaikan jembatan, Bupati Citra mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala. "Perbaikan jembatan akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Namun, untuk saat ini, prioritas utama adalah perbaikan bendungan," tegasnya.

Tokoh masyarakat Desa Ciganjeng, H. Engkis, mengungkapkan keprihatinannya atas musibah yang menimpa desanya. Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Citra tampak sangat prihatin dan berusaha mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. "Ibu Bupati sempat menyampaikan kekhawatiran tentang sumber anggaran untuk perbaikan infrastruktur yang rusak. Saya juga memberikan masukan agar Pemkab Pangandaran dapat mengajukan permohonan bantuan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat."

Akibat kejadian ini, akses transportasi antar dusun di Desa Ciganjeng terputus. Warga harus mencari jalan alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu. Selain itu, pasokan air untuk irigasi juga terganggu, yang dapat berdampak pada hasil pertanian warga. Pemerintah Kabupaten Pangandaran berupaya untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan darurat, termasuk penyediaan air bersih dan perbaikan sementara akses jalan. Perbaikan permanen bendungan dan jembatan akan diupayakan secepatnya setelah anggaran tersedia.

Berikut daftar kerusakan akibat banjir:

  • Bendungan jebol
  • Jembatan penghubung antar Dusun jebol
  • Akses transportasi antar dusun terputus
  • Pasokan air untuk irigasi terganggu