Jelang Idul Adha, Unair Ingatkan Bahaya Sapi Glonggongan dan Bagikan Tips Memilih Hewan Kurban Ideal
Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di Indonesia bersiap untuk melaksanakan ibadah kurban. Sapi dan kambing menjadi pilihan utama sebagai hewan kurban. Namun, di balik persiapan ini, terdapat potensi praktik penipuan yang dapat merugikan konsumen dan membahayakan kesehatan, yaitu praktik "glonggongan" pada sapi.
Praktik glonggongan merupakan tindakan memasukkan air secara paksa ke dalam tubuh sapi melalui selang sebelum penyembelihan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan berat badan sapi secara instan, sehingga penjual dapat memperoleh keuntungan lebih besar. Praktik ini tidak hanya melanggar etika dalam memperlakukan hewan, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen yang mengonsumsi dagingnya.
Bahaya Sapi Glonggongan:
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Ir. Sri Hidanah MS, menjelaskan bahwa sapi glonggongan memiliki ciri-ciri fisik tertentu yang dapat dikenali. Sapi tersebut biasanya terlihat lemas, kesulitan berdiri, dan perutnya tampak membesar tidak proporsional.
Lebih lanjut, daging sapi glonggongan memiliki kualitas yang buruk. Warnanya pucat kebiruan, teksturnya lembek, dan seratnya rapuh. Daging ini juga tampak basah dan berair, bahkan dapat meneteskan cairan meskipun terlihat segar.
Risiko kesehatan yang ditimbulkan akibat mengonsumsi daging sapi glonggongan sangat serius. Air yang digunakan dalam proses glonggongan seringkali tidak steril dan mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella, Clostridium, dan E. coli. Bakteri-bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan, diare, dan masalah pencernaan lainnya.
Selain itu, praktik glonggongan juga menurunkan nilai gizi daging sapi. Kandungan protein dalam daging sapi glonggongan berkurang signifikan, sementara susut masak meningkat. Hal ini tentu merugikan konsumen yang mengharapkan nutrisi optimal dari daging yang dikonsumsi.
Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat:
Untuk menghindari risiko mengonsumsi daging sapi glonggongan, Prof. Sri Hidanah memberikan beberapa tips dalam memilih hewan kurban yang sehat dan layak:
- Perhatikan Kondisi Fisik Hewan: Pilih hewan yang aktif, berdiri tegak, dan tidak terlihat lemas. Hindari hewan dengan perut yang membesar tidak proporsional.
- Periksa Penampilan Hewan: Pastikan bulu hewan bersih dan mengkilap, mata cerah, dan tubuhnya gemuk. Hewan yang sehat biasanya memiliki nafsu makan yang baik.
- Beli dari Penjual Terpercaya: Belilah hewan kurban dari tempat penjualan resmi atau penjual yang memiliki reputasi baik. Tanyakan mengenai asal-usul hewan dan bagaimana perawatannya.
- Pastikan Tidak Ada Cacat Fisik: Periksa hewan dengan seksama untuk memastikan tidak ada cacat fisik seperti pincang, buta, atau luka.
- Pilih Hewan Jantan: Sebaiknya pilih hewan jantan untuk dikurbankan, karena hewan betina lebih baik digunakan untuk reproduksi.
- Perhatikan Usia Hewan: Sapi yang layak dikurbankan minimal berusia dua tahun, sedangkan kambing atau domba minimal berusia satu tahun. Usia ini dapat dilihat dari pergantian gigi susu ke gigi tetap (poel).
Dengan mengikuti tips-tips ini, diharapkan masyarakat dapat memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai dengan syariat Islam. Memilih hewan kurban dengan benar adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap kesejahteraan hewan dan pelaksanaan ibadah yang berkualitas.