Inovasi Teknologi Pertamina Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Cilacap

Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi saksi bagaimana inovasi teknologi mampu mentransformasi sektor pertanian, khususnya di Desa Mernek. Program Desa Energi Berdikari yang diinisiasi oleh Pertamina, telah menjadi katalisator perubahan signifikan bagi para petani.

Sebelumnya, para petani di Desa Mernek, termasuk Suyitno, sangat bergantung pada metode pengeringan gabah tradisional yang sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Namun, berkat program Desa Energi Berdikari Pertamina, mereka kini memiliki solusi yang lebih efisien dan andal. Pinky Rudal, sebuah alat pengering gabah hibrida yang mengkombinasikan tenaga elpiji Bright Gas dan energi surya, menjadi jawaban atas permasalahan mereka. Dengan alat ini, proses pengeringan gabah yang sebelumnya memakan waktu lama, kini dapat diselesaikan hanya dalam 8 jam untuk kapasitas 5 ton. Dampaknya sangat terasa pada peningkatan produktivitas pertanian, di mana hasil panen meningkat dari 2,5 ton per hektare menjadi 4 ton per hektare.

Inovasi di Desa Mernek tidak berhenti di situ. Kalangan mahasiswa pun turut berkontribusi dengan menghadirkan Adosistering, sebuah start up dari Telkom University yang mengembangkan alat irigasi berbasis internet of things (IoT). Inovasi ini didemokan kepada warga Desa Mernek pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan disaksikan oleh Wakil Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, serta Asisten Deputi Kementerian BUMN Bidang TJSL Edi Eko Cahyono. Teknologi irigasi berbasis IoT ini mampu mengoptimalkan penggunaan air hingga 50 persen dan mengurangi penggunaan pupuk hingga 20 persen. Adosistering sendiri merupakan bagian dari program Pertamuda Pertamina dan sebelumnya telah sukses menerapkan teknologinya di Desa Kedungbenda, Jawa Tengah, dengan peningkatan produksi tani hingga 30 persen.

Wakil Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi-inovasi yang telah diterapkan di masyarakat. Ia berharap penerapan teknologi tepat guna ini dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain.

Selain Adosistering dan Pinky Rudal, berbagai inovasi teknologi tepat guna lainnya juga turut dipamerkan. Di Desa Lomanis, misalnya, diterapkan kincir air tenaga hibrida surya yang merupakan inovasi dari Fuel Terminal Pertamina Lomanis. Penggunaan alat ini mampu menghemat biaya listrik hingga Rp 2,3 juta per tahun dan meningkatkan produksi budi daya ikan sidat. Sementara itu, warga Desa Kalijaran bersama Pertamina Refinery Unit IV Cilacap mengoperasikan teknologi pengairan terintegrasi bertenaga hibrida, yang mencakup tujuh pompa irigasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), delapan kolam water reservoir, serta satu pompa air terintegrasi. Teknologi ini berhasil mengairi 15 ha lahan dan melipatgandakan produksi tani.

Sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pertamina juga memperkenalkan teknologi pengelolaan sampah terpadu melalui program Bank Sampah Abhipraya di komunitas binaan Refinery Unit (RU) IV Cilacap. Sampah plastik diolah dengan mesin cacah bertenaga surya, sementara sampah organik diproses menggunakan biokomposter dan maggot. Inisiatif ini memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga lingkungan dari pencemaran.

Edi Eko Cahyono dari Kementerian BUMN, menyambut baik inisiatif teknologi yang berkembang di desa-desa. Ia menegaskan komitmen untuk terus mendorong inovasi di Desa Energi Berdikari Pertamina, baik melalui inovasi internal maupun eksternal, melalui kompetisi-kompetisi yang diadakan.

Pada kesempatan yang sama, Pertamina bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap Sri Murniyati dan warga juga menanam 100 bibit pohon mangrove di kawasan konservasi mangrove Jagapati Simanja. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana penanaman hingga 5.000 bibit mangrove di sekitar wilayah operasi Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Cilacap.

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060. Hal tersebut dilakukan dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.