Tahanan Kasus Asusila Meninggal Dunia Akibat Kekerasan di Sel Polresta Denpasar
Tahanan Tewas Dikeroyok di Sel Polresta Denpasar, Bali
Seorang tahanan berinisial AI (34), yang terjerat kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur, ditemukan meninggal dunia di dalam sel tahanan Polresta Denpasar, Bali, pada hari Rabu (4/6/2025). Kematiannya diduga kuat disebabkan oleh aksi kekerasan yang dilakukan oleh sesama tahanan.
Kepolisian Resor Kota Denpasar telah mengamankan tujuh orang tahanan yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa AI. Para terduga pelaku ini merupakan rekan satu sel dengan korban. Menurut keterangan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Ariasandy, seluruh terduga pelaku merupakan tahanan kasus narkotika. Mereka diidentifikasi dengan inisial ADS, KAJ, JR, PPM, DMWK, IKS, dan IGARP.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik Polresta Denpasar, dari sebelas orang tahanan yang berada dalam sel tersebut, tujuh di antaranya terindikasi kuat melakukan tindakan kekerasan terhadap korban," ujar Kombes Pol. Ariasandy pada hari Jumat (6/6/2025).
Insiden ini bermula ketika AI resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus asusila dan kemudian ditempatkan di sel tahanan Polresta Denpasar pada Rabu siang. Beberapa saat kemudian, petugas jaga sel menerima laporan bahwa AI ditemukan tergeletak di kamar mandi sel. Petugas segera membawa AI ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, sayangnya, upaya penyelamatan nyawa AI tidak berhasil. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.30 WITA. "Korban saat ditemukan sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri, namun masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Setibanya di rumah sakit, nyawanya tidak tertolong," jelas Kombes Pol. Ariasandy.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pelaku terhadap AI. Selain itu, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap tiga petugas jaga sel untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian dalam menjalankan tugas yang menyebabkan terjadinya insiden ini.
Kasus ini menjadi sorotan dan memicu pertanyaan tentang keamanan dan pengawasan di dalam rumah tahanan. Pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti bersalah.
- ADS
- KAJ
- JR
- PPM
- DMWK
- IKS
- IGARP