Panduan Lengkap: Tata Cara dan Bacaan Takbir Sholat Idul Adha
Umat Muslim di seluruh dunia akan segera merayakan Hari Raya Idul Adha, sebuah momen penting yang ditandai dengan penyembelihan hewan kurban dan pelaksanaan sholat Idul Adha. Sholat Idul Adha adalah sholat sunnah muakkad yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka.
Salah satu hal yang membedakan sholat Idul Adha dengan sholat sunnah lainnya adalah jumlah takbir yang dilakukan pada awal rakaat. Dalam sholat Idul Adha, terdapat takbir tambahan selain takbiratul ihram. Berikut adalah panduan lengkap mengenai tata cara dan bacaan takbir dalam sholat Idul Adha:
Jumlah Takbir dalam Sholat Idul Adha
Sesuai dengan tuntunan syariat Islam, sholat Idul Adha terdiri dari dua rakaat. Pada setiap rakaat, terdapat takbir tambahan yang memiliki jumlah berbeda:
- Rakaat Pertama: Setelah takbiratul ihram, dilakukan 7 kali takbir tambahan.
- Rakaat Kedua: Sebelum membaca surat Al-Fatihah, dilakukan 5 kali takbir tambahan.
Jumlah takbir ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah RA:
"Sesungguhnya Rasulullah SAW saat bertakbir pada sholat Idul Fitri dan Idul Adha sebanyak tujuh takbir dan pada rakaat kedua bertakbir sebanyak lima takbir." (HR Abu Dawud)
Saat melaksanakan takbir, disunnahkan untuk mengangkat kedua tangan, mengikuti contoh yang dilakukan oleh Ibnu Umar RA, seorang sahabat yang dikenal sangat teladan dalam mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Bacaan Dzikir di Antara Takbir
Setelah melaksanakan takbir tambahan, disunnahkan untuk menyela dengan membaca dzikir atau tasbih. Meskipun tidak ada bacaan khusus yang ditetapkan, terdapat beberapa riwayat yang menganjurkan bacaan tertentu. Ibnu Mas'ud RA mengatakan, "Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah."
Ibnu Taimiyyah RA menyebutkan bahwa ulama salaf sering membaca bacaan berikut di antara tiap takbir:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَر
Latin: Subhānal-lāh, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."
Selain bacaan di atas, umat Islam juga dapat membaca doa atau kalimat pujian lainnya, seperti:
سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Latin: Subhānallāh, walḥamdu lillāh, walā ilāha illallāh, wallāhu akbar, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil 'azhim.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya serta upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung."
Atau:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي
Latin: Subḥānallāh walḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar. Allāhumma ighfir lī warḥamnī.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala pujian bagi Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku."
Waktu Pembacaan Dzikir
Bacaan-bacaan dzikir di atas dianjurkan dibaca di antara setiap takbir tambahan, yaitu:
- Antara takbir ke-1 sampai ke-7 pada rakaat pertama.
- Antara takbir ke-1 sampai ke-5 pada rakaat kedua.
Dengan memahami tata cara dan bacaan takbir dalam sholat Idul Adha, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan khusyuk dan sesuai dengan tuntunan syariat. Selamat Hari Raya Idul Adha!