Eks Napiter Ciptakan Racikan Kopi 'Ramu 1966' yang Digemari di Banyuwangi
Kopi telah menjelma menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern. Lebih dari sekadar pelepas dahaga, kopi menjadi wadah interaksi sosial yang vital di tengah hiruk pikuk aktivitas sehari-hari.
Di Banyuwangi, Jawa Timur, sebuah kafe bernama Hedon Estate menawarkan pengalaman menikmati kopi yang unik dan menarik. Di balik racikan istimewa bernama "Ramu 1966", terdapat kisah inspiratif dari seorang mantan narapidana terorisme, Umar Patek.
Umar Patek, kini menapaki lembaran baru dalam hidupnya dengan membawa pesan damai sebagai landasan utama. Ia menuangkan kreativitasnya dalam meracik kopi, menciptakan harmoni rasa yang berbeda.
"Dulu, nama saya diasosiasikan dengan kejadian yang menimbulkan luka bagi dunia. Sekarang, saya memilih jalan yang berbeda: meramu rasa, menyeduh kedamaian," ungkap Umar Patek.
Sejak diperkenalkan pada 10 Mei 2025, kopi "Ramu 1966" ala Umar Patek telah menarik perhatian para pecinta kopi yang berkunjung ke kafe yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri. Keunikan rasa dan cerita di baliknya menjadi daya tarik tersendiri.
"Setelah kami perkenalkan, ternyata pelanggan kami sangat menyukai kopi ini dan seringkali memesan kembali," ujar Riadi Kurniawan, Manager Operasional Hedon Estate Banyuwangi, pada Kamis (5/6/2025).
Ardi menjelaskan bahwa kopi Ramu 1966 hadir dalam tiga varian yang berbeda: robusta, arabika, dan campuran (blend) antara robusta dan arabika. Setiap varian menawarkan cita rasa yang khas dan memikat.
Harganya pun relatif terjangkau jika dibandingkan dengan kedai kopi lain di Banyuwangi. Dengan harga mulai dari Rp 20.000, penikmat kopi sudah dapat menikmati secangkir kopi istimewa ini.
"Yang membedakan kopi ini adalah cita rasanya yang lebih kuat dan terasa lebih pekat," jelas Ardi.
Kopi yang disajikan di Hedon Estate diracik dengan standar dan target pasar yang telah ditetapkan oleh kafe. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap pelanggan mendapatkan pengalaman menikmati kopi sesuai dengan harapan mereka.
Tidak mengherankan jika daftar pesanan kopi Ramu 1966 di kafe ini selalu panjang, terutama pada momen-momen tertentu seperti acara nonton bareng (nobar) pertandingan Tim Nasional Indonesia melawan China dalam kualifikasi Piala Dunia yang digelar pada malam hari.
"Kami menyediakan 80 kursi untuk nobar, dan sebagian besar pelanggan sudah memesan kopi. Sisanya, yang datang langsung biasanya juga memesan kopi," terang Ardi.
Melihat antusiasme masyarakat terhadap kopi Ramu 1966, Ardi merasa sangat bersyukur. Ia berharap bahwa fenomena ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kopi lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan produk lain.
Varian Kopi Ramu 1966:
- Robusta
- Arabika
- Blend (Robusta & Arabika)