Perjuangan Carmen Melawan Trimethylaminuria: Kisah Perundungan dan Harapan di Tengah Kondisi Langka
Carmen Corr-Davies, seorang wanita asal Inggris, menghadapi realitas pahit akibat kondisi medis langka yang disebut trimethylaminuria (TMAU). Kondisi ini, yang juga dikenal sebagai sindrom bau ikan, menyebabkan tubuhnya mengeluarkan bau tidak sedap, menyerupai kombinasi antara kotoran, karet terbakar, urine menyengat, dan telur busuk. Akibatnya, ia menjadi korban perundungan kejam selama bertahun-tahun, membuatnya menarik diri dari kehidupan sosial dan mengurung diri di rumah.
Perundungan yang dialami Carmen dimulai sejak usia 15 tahun. Ejekan dan hinaan terus-menerus dilontarkan, membuatnya dijuluki dengan sebutan yang menyakitkan, seperti 'si bau' dan 'kotoran'. Dampak psikologis yang ditimbulkan sangat besar, menghantuinya hingga dewasa. Meskipun menjaga kebersihan diri dengan mandi setiap hari, bau tidak sedap itu tetap ada, memperburuk kondisinya.
Setelah melakukan riset mandiri secara online, Carmen mencurigai dirinya mengidap TMAU. Namun, diagnosis awal dari dokter justru menyebutkan bahwa ia mengalami gangguan psikologis dan berhalusinasi tentang bau badannya sendiri. Ia terus mencari jawaban hingga akhirnya mendapatkan diagnosis resmi setelah menjalani serangkaian tes medis.
TMAU disebabkan oleh kelainan genetik pada gen FMO3, yang berperan dalam memecah senyawa trimetilamina. Ketika gen ini tidak berfungsi dengan baik, trimetilamina menumpuk di dalam tubuh dan dikeluarkan melalui kulit dan napas, menghasilkan bau yang khas. Menurut data dari Metabolic Support UK, hanya sekitar 100 kasus TMAU yang terdata, namun para ahli meyakini jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi karena banyak kasus yang tidak terdiagnosis. Kondisi ini lebih sering menyerang perempuan dan gejalanya cenderung memburuk saat pubertas. Sayangnya, belum ada obat untuk TMAU, tetapi gejalanya dapat dikelola melalui pengaturan pola makan.
Pengalaman pahit ini membuat Carmen menarik diri dari lingkungan sosial. Ia bahkan memutuskan untuk berhenti kuliah di Oldham karena perundungan yang terus berlanjut. Selama delapan tahun terakhir, ia hampir selalu berada di dalam rumah karena merasa malu dan tidak percaya diri.
"Tidak ada satu pun pengalaman hidup yang bisa aku nikmati karena TMAU ini," ungkapnya dengan pilu. Ia merindukan kegiatan yang dulu ia sukai, seperti menari balet, dan kini hanya mengisi hari-harinya dengan membaca dan menulis puisi seorang diri.
Saat ini, Carmen hanya menghabiskan waktu bersama putranya yang berusia lima tahun. Namun, ia memiliki tekad kuat untuk membangun kembali kepercayaan dirinya dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi putranya. Ia ingin bisa mengajak putranya bermain di luar dan bersosialisasi, sesuatu yang selama ini sulit ia lakukan. Selain itu, ia juga ingin berbagi pengalamannya untuk mengajarkan pentingnya bersikap baik kepada orang lain, sebuah pelajaran berharga yang ia dapatkan dari pengalaman pahitnya.