Dampak Ekonomi Terasa di Magelang Jelang Idul Adha: Penurunan Daya Beli Masyarakat Jadi Sorotan

Menjelang perayaan Idul Adha 2025, geliat ekonomi di Magelang menunjukkan perlambatan. Para pelaku usaha kecil menengah (UKM), mulai dari peternak sapi hingga pengrajin besek, merasakan dampak dari penurunan daya beli masyarakat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah persiapan menyambut hari raya kurban.

Arif Sumarno, seorang pedagang sapi dari Pakis, Magelang, mengungkapkan penurunan signifikan dalam permintaan. Jika pada Idul Adha tahun sebelumnya ia mampu memasok puluhan ekor sapi ke Jakarta, tahun ini tidak ada satu pun pesanan dari ibukota. "Biasanya saya kirim ke pedagang di Jakarta. Tapi tahun ini mereka tidak membeli karena kondisi ekonomi yang kurang baik," ujarnya.

Sapi-sapi yang dijual Arif memiliki bobot di atas 500 kilogram dengan harga mulai dari Rp 55 juta per ekor. Meskipun kehilangan pasar Jakarta, Arif tetap mampu menjual 10 ekor sapi ke Bandung. Secara keseluruhan, penjualan sapi Arif tahun ini relatif stabil dibandingkan tahun lalu, yaitu sekitar 70 ekor. Namun, terjadi pergeseran lokasi pembeli. Tahun lalu, sebagian besar sapi dikirim ke Jakarta, sementara tahun ini penjualan hanya fokus di wilayah lokal.

Penurunan permintaan juga dirasakan oleh Mudrikah, seorang pengrajin besek dari Borobudur, Magelang. Tahun lalu, ia kebanjiran pesanan besek menjelang Idul Adha. Namun, tahun ini situasinya berbeda. "Tidak ada pesanan besek khusus untuk Idul Adha. Produksi hanya untuk memenuhi permintaan harian," kata Mudrikah. Biasanya, Mudrikah membuat besek ukuran kecil untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam seminggu, ia mampu menghasilkan sekitar 50 buah besek.

Mudrikah mengakui bahwa penggunaan besek sebagai wadah daging kurban belum menjadi kebiasaan umum di masyarakat. Selain itu, harga kantong plastik yang lebih murah menjadi pertimbangan utama bagi sebagian orang. "Dengan uang Rp 2.000, orang bisa mendapatkan satu pak kantong plastik," jelasnya.

Besek buatan Mudrikah umumnya digunakan oleh usaha katering dan pedagang makanan tradisional. Ia berharap permintaan besek akan meningkat menjelang akhir tahun, terutama dari instansi pemerintah yang sering memesan besek sebagai kemasan souvenir atau makanan.