Harga Emas Global Melonjak di Tengah Data Ekonomi Amerika Serikat yang Mengkhawatirkan
Harga emas global mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan hari Rabu (4/6/2025), didorong oleh melemahnya nilai tukar dolar AS dan serangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan kinerja di bawah ekspektasi.
Di pasar spot, harga emas melonjak sebesar 0,8 persen, mencapai level 3.378,22 dolar AS per ons. Bahkan, sempat menyentuh angka tertinggi dengan kenaikan 1 persen selama sesi perdagangan. Sementara itu, harga emas berjangka di Comex New York Exchange juga mengalami peningkatan sebesar 0,7 persen, berada di posisi 3.399,20 dolar AS per ons.
Penurunan indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,5 persen memberikan dorongan signifikan bagi harga emas. Pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga meningkatkan daya tarik investasi pada logam mulia ini.
Selain itu, ketidakpastian ekonomi yang melanda Amerika Serikat turut berperan dalam mendorong harga emas. Emas dikenal sebagai aset safe haven yang dicari investor pada saat kondisi ekonomi tidak stabil. Data terbaru menunjukkan bahwa sektor jasa AS, yang merupakan dua pertiga dari perekonomian, mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir.
Menurut Tai Wong, seorang pedagang logam independen, kontraksi sektor jasa AS telah memicu kenaikan harga emas. Institute for Supply Management melaporkan bahwa indeks manajer pembelian non-manufaktur turun menjadi 49,9 pada bulan Mei 2025, level terendah sejak Juni 2024. Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP juga menunjukkan bahwa pengusaha swasta AS menambahkan jumlah pekerja paling sedikit dalam lebih dari dua tahun.
Ketidakpastian ekonomi ini diperparah dengan adanya konflik dagang yang dipicu oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump. Peningkatan tarif impor baja dan aluminium menjadi 50 persen, serta desakan kepada mitra dagang AS untuk mengajukan penawaran terbaik mereka, semakin menambah kekhawatiran di pasar.
Saat ini, investor menantikan rilis data nonfarm-payrolls pada hari Jumat, yang diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai dampak ketidakpastian perdagangan terhadap pasar tenaga kerja AS. Data ini juga akan menjadi petunjuk penting bagi investor dalam memprediksi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Kebijakan suku bunga The Fed memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga emas. Ketika suku bunga naik, emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik dibandingkan dengan obligasi dan saham yang menawarkan imbal hasil. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, imbal hasil pada instrumen investasi lain juga menurun, sehingga emas menjadi pilihan investasi yang lebih menarik.