Kemendikbudristek Fokus pada Peningkatan Mutu Guru Melalui Tujuh Program Prioritas

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menetapkan tujuh program prioritas yang ditujukan untuk meningkatkan mutu guru di seluruh Indonesia. Program-program ini meliputi berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualifikasi akademik hingga pengembangan kompetensi pedagogik dan kepemimpinan.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Ia menekankan bahwa guru memegang peran sentral dalam keberhasilan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, investasi dalam pengembangan profesional guru menjadi kunci untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Berikut adalah rincian tujuh program prioritas tersebut:

  • Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan: Program ini menargetkan 808.570 guru untuk mengikuti PPG pada tahun 2025. Program ini dibagi menjadi dua tahap dengan kuota yang berbeda, dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru yang sudah bertugas.
  • Afirmasi Kualifikasi S1/D4 Guru: Program ini memberikan beasiswa kepada guru SD dan PAUD untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1/D4. Bantuan sebesar Rp 3 juta per semester diberikan untuk meringankan beban biaya pendidikan. Inisiatif ini bertujuan untuk memenuhi standar kualifikasi guru sesuai dengan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005.
  • Penyaluran Tunjangan Guru Non-ASN secara Langsung: Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru Non-ASN dengan menyalurkan tunjangan profesi secara langsung ke rekening guru. Tunjangan yang diberikan sebesar Rp 2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN menerima tunjangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Program ini menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan penerapan pengetahuan dalam konteks dunia nyata. Guru akan dilatih untuk menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam ini kepada siswa. Pelatihan meliputi pengayaan konten, pengembangan modul, dan materi pembelajaran yang relevan.
  • Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA): Program ini dirancang untuk membekali guru dan siswa dengan keterampilan koding dan pemahaman tentang kecerdasan artifisial. Targetnya adalah 59.546 sekolah penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOSP).
  • Program Kepemimpinan Sekolah: Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan di sekolah dengan mempersiapkan kepala sekolah yang kompeten. Program ini membuka kesempatan bagi lebih banyak guru untuk menjadi kepala sekolah, tidak hanya terbatas pada lulusan Program Guru Penggerak. Saat ini, Indonesia masih membutuhkan 50.971 kepala sekolah.
  • Hari Belajar Guru: Program ini memberikan kesempatan kepada guru untuk belajar dan mengembangkan diri selama satu hari dalam sebulan. Hal ini menekankan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat bagi guru.

Program-program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Kemendikbudristek berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan profesional guru demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan merata.