Korban Bom Bali Berharap Umar Patek Sediakan Lapangan Kerja

Chusnul Chotimah, seorang penyintas tragedi Bom Bali 2002, menyampaikan harapan agar Umar Patek, mantan narapidana terorisme yang kini terjun ke dunia bisnis kopi, dapat membuka peluang pekerjaan bagi para korban. Chusnul, yang mengalami luka bakar serius akibat peristiwa tersebut, mengungkapkan kesulitan yang dialaminya dalam mencari nafkah.

"Setelah kejadian itu, kondisi fisik saya tidak memungkinkan untuk bekerja seperti dulu. Banyak perusahaan yang enggan menerima saya sebagai karyawan," ujar Chusnul saat ditemui di sebuah kafe di Surabaya, Rabu (4/6/2025). Ia menambahkan, dirinya terpaksa menjadi wirausaha dan mendapatkan bantuan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk bertahan hidup.

Chusnul mengaku telah memaafkan Umar Patek atas perbuatan yang menyebabkan penderitaan mendalam baginya. Namun, ia menekankan bahwa permintaan maaf tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya dengan membantu para penyintas Bom Bali untuk mendapatkan pekerjaan.

"Kami tidak mengharapkan uang. Pemerintah sudah memberikan kompensasi. Kami hanya ingin pekerjaan," tegasnya. Ia berharap, kesuksesan Umar Patek dalam bisnis kopi dapat membuka kesempatan bagi anak-anak para korban yang kesulitan mencari lapangan pekerjaan.

Umar Patek, yang dulunya dikenal sebagai salah satu tokoh kunci dalam jaringan terorisme dan sempat menjadi buronan internasional, kini memilih jalan hidup yang berbeda. Setelah mendapatkan pembebasan bersyarat pada 7 Desember 2022, ia memutuskan untuk merintis usaha kopi bernama Ramu Kopi 1966.

"Dulu saya dikenal karena hal yang menyakitkan dunia, tapi kini saya memilih jalan lain. Meramu rasa, menyeduh damai," kata Umar Patek saat peluncuran bisnis kopinya di Surabaya, Selasa (3/6/2025).

Harapan Chusnul agar Umar Patek dapat menyediakan lapangan kerja bagi para penyintas Bom Bali mencerminkan keinginan para korban untuk bangkit dari trauma dan membangun kehidupan yang lebih baik. Inisiatif Umar Patek untuk merintis usaha kopi diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para penyintas untuk mendapatkan kesempatan kerja dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Berikut poin-poin penting:

  • Penyintas Bom Bali, Chusnul Chotimah, berharap Umar Patek dapat membuka lapangan kerja.
  • Chusnul mengalami kesulitan mencari pekerjaan akibat luka bakar yang dideritanya.
  • Chusnul telah memaafkan Umar Patek, tetapi mengharapkan tindakan nyata berupa bantuan pekerjaan.
  • Umar Patek kini merintis usaha kopi bernama Ramu Kopi 1966.
  • Umar Patek berharap bisnis kopinya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.