Survei LSI Denny JA Ungkap Kekhawatiran Publik atas Lapangan Kerja di Era Prabowo-Gibran

Sentimen Negatif Lapangan Kerja Warnai Tujuh Bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran

Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA baru-baru ini merilis hasil survei yang menyoroti isu lapangan kerja sebagai salah satu perhatian utama masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Survei yang dilakukan pada Mei 2025 ini menunjukkan adanya kekhawatiran publik terkait ketersediaan lapangan pekerjaan.

Adjie Alfaraby, Peneliti Senior LSI Denny JA, dalam konferensi pers daring menyampaikan bahwa aspek lapangan kerja menjadi catatan penting dalam evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Hasil survei bertajuk "7 Bulan Prabowo-Gibran" mengungkap bahwa mayoritas responden merasa lebih sulit mendapatkan pekerjaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Temuan Utama Survei:

  • Kesulitan Mencari Kerja: Sebanyak 60,8% responden menyatakan bahwa mencari pekerjaan saat ini lebih sulit dibandingkan sebelumnya.
  • Kemudahan Mencari Kerja: Hanya 11% responden yang merasa lebih mudah mendapatkan pekerjaan.
  • Tidak Ada Perubahan: Sebanyak 26,5% responden menilai tidak ada perbedaan signifikan dalam peluang kerja dibandingkan era pemerintahan sebelumnya.

Adjie Alfaraby menekankan bahwa sentimen negatif ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Isu lapangan kerja, yang secara langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat, berpotensi menjadi faktor penting dalam evaluasi kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

Data BPS Mengindikasikan Peningkatan Pengangguran

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2025. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa jumlah pengangguran mencapai 7,28 juta orang, meningkat 1,11% dibandingkan Februari 2024. Angka ini setara dengan 4,76% dari total angkatan kerja Indonesia yang berjumlah 153,05 juta orang.

Amalia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah angkatan kerja juga dipengaruhi oleh lulusan baru dan ibu rumah tangga yang kembali mencari pekerjaan. Meskipun demikian, sebagian besar angkatan kerja (145,77 juta orang) telah mendapatkan pekerjaan, meningkat 3,59 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 96,48 juta orang bekerja penuh, 37,62 juta orang bekerja paruh waktu, dan 11,67 juta orang merupakan setengah pengangguran.

Temuan survei LSI Denny JA dan data BPS ini memberikan gambaran komprehensif mengenai tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja yang memadai. Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.