Autopsi Ungkap Penyebab Kematian Siswa SD di Indragiri Hulu Akibat Infeksi Sistemik

Hasil autopsi terhadap jenazah seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial K (8) di Indragiri Hulu, Riau, telah diumumkan oleh tim dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Autopsi dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang diduga akibat penganiayaan oleh teman sebayanya.

AKBP Supriyanto, dokter forensik yang memimpin autopsi pada tanggal 27 Mei di RSUD Indrasari Rengat, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan bersama dengan dr. Indrayana dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau dan tim forensik lainnya. Hasil autopsi menunjukkan adanya sejumlah luka memar pada tubuh korban, khususnya di bagian perut sebelah kiri dan paha kiri. Luka-luka tersebut mengindikasikan adanya benturan akibat benda tumpul.

Selain luka memar, tim forensik juga menemukan adanya kelainan pada usus korban, yaitu kebocoran yang menyebabkan infeksi sistemik. Berdasarkan temuan ini, penyebab kematian korban disimpulkan akibat infeksi sistemik yang disebabkan oleh pecahnya usus buntu.

Sebelumnya, orang tua korban melaporkan dugaan penganiayaan yang dialami oleh anaknya kepada pihak kepolisian. Laporan tersebut menyebutkan bahwa K diduga menjadi korban bullying dan kekerasan fisik oleh teman-temannya. Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menyatakan bahwa laporan tersebut sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Indragiri Hulu. Proses autopsi dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Berikut adalah rincian temuan autopsi:

  • Luka Memar: Ditemukan memar pada perut sebelah kiri dan paha kiri.
  • Penyebab Luka: Luka disebabkan oleh kekerasan benda tumpul.
  • Kelainan Usus: Ditemukan kebocoran pada usus yang menyebabkan infeksi.
  • Penyebab Kematian: Infeksi sistemik akibat pecahnya usus buntu.