Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Siswa SD di Indragiri Hulu: Infeksi Usus Buntu, Bukan Kekerasan
Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, terkait meninggalnya seorang siswa kelas 2 SD berinisial KB (8). Sempat beredar dugaan bahwa kematian KB disebabkan oleh tindak kekerasan. Namun, hasil otopsi yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengungkap fakta yang berbeda.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang komprehensif, penyebab utama kematian KB adalah infeksi sistemik akibat appendicitis atau peradangan usus buntu. Hal ini disampaikan oleh Kasubdit Dokpol Biddokkes Polda Riau, AKBP Supriyanto, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Riau.
"Berdasarkan hasil otopsi, ditemukan memar pada perut sebelah kiri dan paha akibat kekerasan tumpul," ujar Supriyanto. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab kematian korban adalah infeksi sistemik akibat usus buntu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, menambahkan bahwa kondisi usus buntu korban sudah dalam keadaan infeksi yang parah. Diduga, kondisi ini tidak segera mendapatkan penanganan medis yang memadai. Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menjelaskan bahwa pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan kekerasan yang dialami korban. Penyelidikan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang berkontribusi terhadap kondisi kesehatan korban.
Satreskrim Polres Inhu telah meminta keterangan dari 22 orang saksi. Mereka terdiri dari berbagai pihak yang terkait dengan korban, termasuk:
- Dua orang tukang urut perempuan
- Dua orang dokter
- Orang tua korban
- Lima orang teman sekolah korban
Pemeriksaan saksi-saksi ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin terkait kondisi korban sebelum meninggal dunia. Kasus ini bermula dari laporan keluarga korban yang menduga bahwa KB meninggal akibat dipukuli oleh lima orang kakak kelasnya. Polisi telah mengidentifikasi lima orang terduga pelaku dengan inisial HM (12), RK (13), MJ (11), DR (11), dan NN (13). Mereka diduga melakukan pemukulan dan bullying terhadap korban.
Kendati demikian, hasil otopsi menunjukkan bahwa infeksi usus buntu menjadi penyebab utama kematian KB. Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya dan meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum penyelidikan selesai.