Xabi Alonso: Tantangan Mematahkan Tren Pelatih Lokal di Real Madrid
Mantan gelandang Real Madrid, Xabi Alonso, menghadapi tantangan unik saat mengambil alih kursi kepelatihan di Santiago Bernabeu. Selain ekspektasi tinggi untuk meraih trofi, Alonso juga dihadapkan pada sejarah kurang menggembirakan bagi para pelatih asal Spanyol di klub tersebut.
Sejak era 1990-an, jarang sekali pelatih lokal mampu bertahan lama di kursi panas Real Madrid. Vicente del Bosque menjadi pengecualian dengan masa jabatan dari 1999 hingga 2003. Namun, setelah era Del Bosque, suksesi pelatih Spanyol silih berganti dengan durasi yang relatif singkat. Nama-nama seperti Jose Antonio Camacho, Mariano Garcia Remen, Juan Ramon Lopez Caro, Juande Ramos, Rafa Benitez, dan Julen Lopetegui, semuanya mengalami pemutusan kontrak sebelum genap satu tahun.
- Jose Antonio Camacho: Mei 2004 - September 2004 (117 hari)
- Mariano Garcia Remen: September 2004 - Desember 2004 (101 hari)
- Juan Ramon Lopez Caro: Desember 2005 - Juni 2006 (207 hari)
- Juande Ramos: Desember 2008 - Juni 2009 (174 hari)
- Rafa Benitez: Juni 2015 - Januari 2016 (215 hari)
- Julen Lopetegui: Juni 2018 - Oktober 2018 (137 hari)
Kehadiran Alonso, yang sukses membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga, menimbulkan harapan baru. Namun, pertanyaan besar tetap ada: mampukah Alonso mematahkan tren negatif ini dan membangun era kejayaan bagi Real Madrid di bawah arahan pelatih lokal? Kontrak tiga musim yang diberikan manajemen klub menjadi bukti kepercayaan, sekaligus tantangan besar bagi Alonso untuk membuktikan kualitasnya dan menepis keraguan yang ada.
Performa di lapangan, taktik yang diterapkan, dan kemampuan membangun relasi yang baik dengan pemain akan menjadi kunci kesuksesan Alonso. Tekanan dari media dan ekspektasi tinggi dari para penggemar juga akan menjadi ujian mental yang harus dilalui. Hanya waktu yang akan menjawab apakah Xabi Alonso mampu menorehkan sejarah baru bagi pelatih asal Spanyol di Real Madrid.