Pemda Diminta Proaktif Sediakan Lahan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia diminta untuk mempercepat penyediaan lahan sebagai lokasi pembangunan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Instruksi ini dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) guna mempercepat realisasi program yang menyasar peningkatan gizi masyarakat.

Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menjelaskan bahwa penyediaan lahan oleh Pemda merupakan bagian penting dari koordinasi antar lembaga kementerian untuk mendukung kelancaran program MBG. BGN menargetkan pembangunan 1.542 dapur di berbagai daerah, dan ketersediaan lahan yang sesuai kriteria menjadi kunci keberhasilan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komjen Pol Tomsi Tohir, menekankan pentingnya percepatan pengumpulan data lokasi lahan. Pemda diminta mengajukan maksimal 10 opsi lokasi lahan yang potensial untuk didirikan dapur MBG. Hal ini bertujuan untuk memberikan alternatif jika terdapat kendala pada lokasi yang pertama diajukan.

Kriteria lahan yang dibutuhkan harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk tidak berdekatan dengan Sentra Pangan Pemicu Gizi (SPPG) mandiri yang sudah ada di masyarakat. Prioritas akan diberikan kepada daerah-daerah dengan kondisi geografis yang sulit, seperti daerah pegunungan dengan populasi siswa yang besar, di mana belum terdapat inisiatif mandiri dari mitra untuk membangun dapur MBG. Dalam kasus seperti itu, BGN akan meminta Pemda atau pemerintah desa untuk menyediakan lahan yang dapat dipinjamkan untuk pembangunan dapur.

Tomsi juga menekankan pentingnya ketersediaan lahan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Pemerintah menargetkan pembangunan 1.542 dapur pada bulan Agustus mendatang. Dapur-dapur ini akan ditempatkan di lokasi strategis, terutama dekat dengan sekolah, untuk mempermudah distribusi makanan bergizi gratis kepada siswa.

Berikut beberapa point penting mengenai program MBG:

  • Pemda diminta menyediakan lahan yang sesuai kriteria.
  • Prioritas diberikan pada daerah sulit dengan populasi siswa besar.
  • Target pembangunan 1.542 dapur pada Agustus.
  • Lokasi dapur strategis dekat sekolah.

Dengan sinergi dan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan program MBG dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan gizi masyarakat di seluruh Indonesia.