Neville Meragukan Peluang Liverpool di Liga Champions Meskipun Dominan di Liga Domestik

Neville Meragukan Peluang Liverpool di Liga Champions Meskipun Dominan di Liga Domestik

Dominasi Liverpool di Liga Primer Inggris musim ini tak cukup meyakinkan Gary Neville. Meskipun The Reds unggul jauh di puncak klasemen dengan keunggulan 15 poin atas Arsenal dan hanya menelan satu kekalahan, Neville tetap pesimistis terhadap peluang mereka untuk mengangkat trofi Liga Champions. Eks bek Manchester United ini menilai laga babak 16 besar melawan Paris Saint-Germain (PSG) menjadi ujian sesungguhnya bagi kekuatan Liverpool.

Liverpool memang berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 di leg pertama di Paris. Namun, Neville melihat kemenangan tersebut diraih dengan susah payah dan tidak mencerminkan dominasi permainan Liverpool. Ia memprediksi pertandingan leg kedua di Anfield pada Rabu, 12 Maret 2025, akan menjadi penentu nasib Liverpool di kompetisi Eropa tersebut. Keunggulan tipis tersebut, menurut Neville, membuat peluang kedua tim masih sangat terbuka lebar.

"Liverpool hampir pasti juara Liga Primer, saya memperkirakan mereka akan mengamankan gelar di bulan April," ujar Neville kepada Metro. "Namun, Liga Champions adalah cerita yang berbeda. Kompetisi ini bisa berakhir dalam satu pertandingan yang menentukan, dan saya ragu Liverpool mampu melewati ujian ini."

Neville mengakui potensi Liverpool untuk menciptakan kejutan, tetapi ia tidak melihat tim asuhan Arne Slot tersebut sebagai favorit untuk menjadi juara. Ia menekankan bahwa pertandingan melawan PSG sangat seimbang dan siapa pun berpeluang menang. PSG, dengan kualitas pemain bintangnya, dinilai Neville sebagai tim yang sangat berbahaya dan mampu membalikkan keadaan.

"Saya tidak yakin Liverpool akan menjadi juara Liga Champions -- tentu saja, Anda tidak boleh sepenuhnya mencoret mereka -- tetapi saya tidak melihatnya terjadi," tambahnya. "Saya tidak akan terkejut jika mereka tersingkir minggu ini. Pertandingan ini masih 50-50 bagi saya. PSG adalah tim yang sangat bagus, dan mereka mampu memenangkan pertandingan dengan mudah."

Neville tampaknya melihat perbedaan signifikan antara performa Liverpool di Liga Primer dan Liga Champions. Dominasi di liga domestik belum tentu menjadi jaminan keberhasilan di panggung Eropa yang lebih kompetitif. Pertandingan melawan PSG, menurutnya, akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas dan kualitas Liverpool di kancah Eropa. Kemampuan mereka untuk mengatasi tekanan dan memanfaatkan setiap peluang akan menentukan nasib mereka di kompetisi bergengsi tersebut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan: apakah dominasi Liverpool di Liga Primer Inggris akan berlanjut hingga ke Liga Champions? Jawabannya akan segera terungkap.

Catatan: Tanggal pertandingan leg kedua yang disebutkan adalah fiktif dan digunakan sebagai contoh untuk menggambarkan peristiwa.