IHSG Kembali Terkoreksi, Rupiah Tertekan terhadap Dolar AS
Pelemahan IHSG Berlanjut, Rupiah Ikuti Tren Negatif
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada perdagangan hari ini, Selasa (3/6/2025), memperpanjang tren negatif yang terjadi sejak awal sesi. Penutupan sore hari menunjukkan IHSG berada di zona merah, turun sebesar 0,29 persen atau 20,24 poin, dan berakhir di level 7.044,82. Pergerakan IHSG sepanjang hari diwarnai volatilitas, dengan sempat menyentuh level di bawah 7.000 sebelum akhirnya sedikit rebound di pertengahan sesi pertama. Namun, penguatan tersebut tidak mampu membawa IHSG keluar dari zona merah hingga akhir perdagangan.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan hari ini mencatatkan 261 saham yang berhasil menguat, berbanding terbalik dengan 353 saham yang mengalami penurunan. Sementara itu, sebanyak 193 saham lainnya terpantau stagnan. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 14,49 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 24,85 miliar saham.
Beberapa saham yang menjadi top losers dan memberikan kontribusi terhadap penurunan IHSG antara lain:
- Bank Jago (ARTO), turun 5,18 persen ke level 1.740
- Unilever Indonesia (UNVR), turun 2,31 persen ke level 1.690
- Map Aktif Adiperkasa (MAPA), turun 4,00 persen ke level 720
Di sisi lain, beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan dan menahan laju penurunan IHSG lebih dalam. Saham-saham tersebut antara lain:
- Barito Pacific (BRPT), naik 3,20 persen ke level 1.290
- Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), naik 3,56 persen ke level 2.620
- Semen Indonesia (SMGR), naik 2,54 persen ke level 2.820
Sentimen Pasar Regional Bervariasi
Performa pasar saham regional menunjukkan hasil yang beragam. Sebagian besar indeks saham di kawasan Asia terpantau menguat, sementara beberapa lainnya mengalami penurunan. Indeks Strait Times tercatat naik tipis sebesar 0,01 persen, Shanghai Composite menguat 0,42 persen, dan Hang Seng melonjak 1,53 persen. Sementara itu, Nikkei 225 mengalami penurunan sebesar 0,06 persen.
Rupiah Tertekan Dolar AS
Selain pasar saham, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga mengalami tekanan pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah di level Rp 16.308,7 per dolar AS, atau turun sebesar 0,34 persen dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Meskipun demikian, data kurs tengah Jisdor menunjukkan penguatan tipis rupiah ke level Rp 16.288 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi sebelumnya di Rp 16.297 per dolar AS.