Keterlambatan Rujukan Akibatkan Keguguran: Ambulans Puskesmas di Pangkep Kekurangan BBM
Kisah tragis menimpa seorang ibu hamil berinisial AS (26) di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang mengalami keguguran setelah terlambat mendapatkan penanganan medis akibat kendala operasional ambulans. Kekosongan bahan bakar minyak (BBM) pada ambulans Puskesmas Labakkang menjadi penyebab utama keterlambatan rujukan ke rumah sakit.
SB (27), suami dari AS, menuturkan bahwa istrinya mengalami pendarahan dan segera dilarikan ke Puskesmas Labakkang pada Minggu (1/5) sekitar pukul 07.30 Wita. Petugas puskesmas kemudian memutuskan untuk merujuk AS ke RSUD Batara Siang pada pukul 13.00 Wita. Namun, saat hendak diberangkatkan, keluarga dikejutkan dengan alasan sopir ambulans yang menyatakan bahwa kendaraan tersebut tidak dapat digunakan karena kehabisan BBM.
Keterlambatan yang berlangsung selama satu jam membuat keluarga AS geram. Sopir ambulans bersama beberapa petugas puskesmas akhirnya berinisiatif mengumpulkan dana secara patungan untuk membeli BBM agar ambulans dapat beroperasi dan membawa AS ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, kondisi AS sudah sangat kritis akibat pendarahan hebat. Dokter yang menangani memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan janin yang berusia 3 bulan.
SB mengungkapkan kekecewaannya atas kelalaian pihak puskesmas dalam mempersiapkan fasilitas penunjang seperti ambulans, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan respons cepat. Ia menyayangkan kondisi istrinya yang harus kehilangan calon buah hati akibat masalah yang seharusnya bisa diantisipasi.
Menanggapi kejadian ini, Sekretaris Dinas Kesehatan Pangkep, Mansyur, mengaku belum menerima laporan resmi dari Puskesmas Labakkang. Ia menyatakan bahwa pihaknya masih fokus pada kegiatan Hari Lansia di Ma'rang.