Seratus Hari Kepemimpinan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan: Transformasi Jawa Barat dalam Sorotan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama wakilnya Erwan Setiawan, telah menorehkan sejumlah perubahan signifikan dalam seratus hari pertama masa jabatannya. Dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, pasangan ini bergerak cepat merealisasikan program-program yang dijanjikan, mulai dari penertiban kawasan resapan air hingga pembinaan karakter siswa bermasalah.
Penataan Lingkungan dan Infrastruktur
Gebrakan awal Dedi Mulyadi adalah penertiban bangunan ilegal di kawasan Puncak dan Bandung Utara yang menjadi penyebab utama banjir. Langkah tegas ini diikuti dengan modifikasi cuaca untuk penanggulangan bencana dan rehabilitasi pasca-bencana. Evaluasi izin tambang, termasuk penutupan tambang ilegal, serta penanganan polusi udara akibat pembakaran batu kapur di Karawang, menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Normalisasi sungai menjadi fokus utama, dengan terjun langsung ke sungai-sungai yang dipenuhi sampah di Bekasi dan Sukabumi. Program "petugas piket sungai" digagas untuk menjaga kebersihan sungai secara berkelanjutan. Penataan sampah di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Babelan Bekasi, Pasar Gedebage, dan Pasar Caringin juga menjadi perhatian utama. Kerja sama dengan Pemkot Bandung dilakukan untuk menata kawasan Pasteur, gerbang masuk Kota Bandung, serta pembersihan jalan dan bangunan liar di Subang untuk kenyamanan warga.
Inovasi Pendapatan dan Bantuan Sosial
Di bidang pendapatan, program pemutihan pajak kendaraan bermotor berhasil menarik perhatian 1,7 juta pemilik kendaraan dan diapresiasi oleh Kemendagri. Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan capaian pendapatan tertinggi di Indonesia pada April 2025. Bantuan sosial juga menjadi prioritas, dengan program bantuan untuk sopir angkot, andong, dan becak selama mudik Lebaran 2025, yang berdampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas. Advokasi diberikan kepada pemain sirkus Oriental Circus Indonesia dan korban penggusuran di bantaran Sungai Cikarang Bekasi, serta penyaluran bantuan untuk korban tanah longsor di Garut.
Program Unggulan: Nyaah ka Indung dan Reformasi BJB
Program "Jabar Nyaah ka Indung" diluncurkan untuk memuliakan ibu lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. ASN, TNI, Polri, pengusaha, dan masyarakat umum dilibatkan untuk menyantuni 50.000 lansia di Jawa Barat. Di sektor ekonomi, penunjukan komisaris Bank Jabar Banten (BJB) dari kalangan profesional menjadi langkah awal untuk membangun perbankan yang sehat dan transparan. Peresmian pabrik sepatu di Garut yang mampu menyerap 10.000 tenaga kerja diharapkan dapat menurunkan angka pengangguran. Satgas Antipremanisme dibentuk untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberantas pungutan liar.
Pelayanan Publik dan Sinergi Pembangunan
Program "Abdi Nagri Nganjang ka Warga" menjadi inovasi pelayanan publik dengan jemput bola ke desa-desa. Pemeriksaan kesehatan dan pembayaran pajak dilayani langsung di Gedung Pakuan Bandung, melayani 29 ribu pengunjung. Sinergi pemerintah dengan TNI Polri dan kepala daerah di Jawa Barat ditingkatkan melalui operasi manunggal dan kolaborasi penganggaran. Dalam bidang regulasi, diterbitkan surat edaran terkait penertiban jalan umum, implementasi konsep pendidikan pancawaluya, pencegahan korupsi, dan Pergub terkait alih fungsi lahan serta penjabaran APBD 2025 yang efisien.
Pendidikan Karakter dan Infrastruktur Masa Depan
Program pendidikan berkarakter menjadi fokus utama, termasuk larangan study tour yang membebani orang tua dan pembinaan siswa bermasalah di barak militer. Sebanyak 273 siswa telah mengikuti program pendidikan karakter di Dodik Bela Negara Rindam 3 Siliwangi. Untuk lima tahun ke depan, Dedi-Erwan menyiapkan program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur berkelanjutan. Pembangunan 3.333 ruang kelas baru, pendidikan vokasi, kurikulum sekolah kebangsaan, peningkatan layanan rumah sakit dan puskesmas, evaluasi tata ruang, pembangunan kampung adat, pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah, perbaikan irigasi, normalisasi sungai, sanitasi lingkungan, pembangunan dan pemeliharaan jalan, reaktivasi jalur kereta api, perbaikan rutilahu, dan pengembangan ekonomi berbasis inovasi menjadi agenda utama. Sebagai lumbung padi nasional, Jawa Barat menjadi pusat kegiatan panen raya nasional yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto di Majalengka.
Kepercayaan publik dan pemangku kepentingan menjadi modal utama dalam pembangunan Jawa Barat menuju kemanunggalan.