Aksi Tawuran di Plaza Kalibaru Resahkan Warga, Kerusakan Rumah dan Warung Jadi Sorotan

Aksi tawuran yang kerap terjadi di kawasan Plaza Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, semakin meresahkan warga sekitar. Kerusakan rumah dan warung menjadi dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Surya (48), salah seorang warga, mengungkapkan kekhawatirannya terkait aksi brutal yang dilakukan oleh para pelaku tawuran.

Menurut penuturan Surya, aksi tawuran ini melibatkan pelajar dari berbagai tingkatan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Sekitar lima hari lalu, warung di dekat rumahnya menjadi sasaran amukan para pelaku tawuran. "Habis subuh sudah tawuran, merusak warung sebelah," ujarnya. Ketika pemilik warung berusaha membela diri, para pelaku tawuran justru semakin beringas dan kembali menyerang.

Surya yang mencoba melerai perselisihan tersebut, malah menjadi korban. "Anak-anak itu enggak terima dan saya keluar saya bilang 'Sudah lah nak pulang-pulang' terus dia malah bilang 'wah, kamu juga nanti saya babat nih' akhirnya dia celurit saya," jelasnya. Akibatnya, ia mengalami luka di betis kaki kirinya.

Upaya penanganan dari pihak kepolisian sebenarnya sudah dilakukan. Petugas kepolisian secara rutin melakukan penjagaan di Plaza Kalibaru untuk mencegah terjadinya tawuran. Namun, kehadiran polisi tampaknya tidak memberikan efek jera yang signifikan. "Pihak kepolisian kadang mengejar, di sini dijagain. Kalau dijagain, enggak ada tawuran, tapi masa polisi mau jaga semalaman. Pas mereka (polisi) pulang, tawuran lagi," ungkap Surya.

Warga berharap, ada solusi komprehensif yang dapat mengatasi permasalahan tawuran di Plaza Kalibaru secara permanen. Peningkatan pengawasan, pembinaan karakter bagi para pelajar, dan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat, dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.