Aksi Kekerasan di Kalibaru Resahkan Warga, Tawuran Pelajar Ancam Keamanan Lingkungan
Kalibaru Dilanda Teror Tawuran Pelajar: Warga Merasa Terancam
Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, kini menjadi wilayah yang mencekam bagi sebagian warganya. Aksi tawuran yang melibatkan pelajar, terutama di sekitar tanggul laut Plaza Kalibaru, telah menjadi pemandangan sehari-hari dan mengganggu ketenangan warga.
Surya, seorang warga yang telah lama tinggal di Kalibaru, mengungkapkan bahwa tawuran tersebut sering terjadi pada malam hari, saat warga sedang beristirahat. Suara gaduh dan lemparan batu membuat warga sulit untuk tidur nyenyak. Lebih parah lagi, rumah-rumah warga tak luput menjadi sasaran amuk para pelaku tawuran. Akibatnya, banyak rumah yang mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan dinding.
"Kami sangat resah dengan kondisi ini. Lagi enak-enak tidur, tiba-tiba ada tawuran. Batu-batu beterbangan mengenai rumah kami," ujar Surya dengan nada khawatir. Ia menambahkan, kerusakan akibat lemparan batu sudah sering terjadi sehingga ia harus berulang kali menambal atap rumahnya.
Tawuran di Kalibaru melibatkan pelajar dari berbagai tingkatan sekolah, mulai dari SD hingga SMA. Mereka biasanya berkumpul di Plaza Kalibaru pada sore hingga malam hari, dan tanpa alasan yang jelas, mereka saling serang. Beberapa warga bahkan mengaku menyaksikan tawuran terjadi hingga tiga kali dalam satu malam di depan rumah mereka.
Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan membuat warga merasa sangat terganggu. Mereka berharap pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah tawuran ini demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga Kalibaru. Kehadiran aparat keamanan yang lebih intensif di lokasi rawan tawuran, serta upaya pembinaan dan penyuluhan kepada para pelajar, diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengakhiri aksi kekerasan ini.