Tragedi Jembatan Teluk Kendari: Mahasiswa Dilaporkan Hilang Setelah Diduga Melompat
Kota Kendari kembali dirundung duka setelah seorang mahasiswa dilaporkan hilang dan diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Teluk Kendari. Insiden tragis ini menambah daftar panjang kasus serupa yang terjadi di ikon kota tersebut.
Korban, yang diidentifikasi sebagai Muh Agil Ismail, seorang mahasiswa berusia 22 tahun dari salah satu universitas negeri di Kendari, dilaporkan menghilang pada Minggu, 1 Juni 2025, sekitar pukul 18.30 WITA. Sepeda motor milik korban ditemukan terparkir di atas jembatan, memicu kekhawatiran dan spekulasi bahwa ia telah melompat ke laut.
Menurut keterangan dari Kapolsek KP3 Kendari, Iptu Laode Hasmil Hamzah, pihaknya menerima laporan tentang penemuan sepeda motor tanpa pemilik di Jembatan Teluk Kendari. Identifikasi kendaraan mengarah pada seorang pria yang beralamat di Kelurahan Dapu-dapura, Kecamatan Kendari Barat. Kerabat korban kemudian mengonfirmasi bahwa motor tersebut milik adik ipar korban. Keluarga juga menjelaskan bahwa korban sempat berpamitan untuk menunaikan shalat maghrib, namun tidak kunjung kembali dan tidak dapat dihubungi.
Seorang saksi mata, Dominggus Alias Alpin, seorang pedagang somay yang berjualan di sekitar jembatan, menuturkan bahwa ia melihat sebuah sepeda motor terparkir tanpa pemilik. Ia menemukan kunci motor di dekat pagar dan menyimpannya di dalam laci motor tersebut. Merasa curiga, Dominggus melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kendari sekitar pukul 19.45 WITA.
Kepolisian segera berkoordinasi dengan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian terhadap korban. Upaya pencarian dilakukan hingga malam hari di sekitar lokasi kejadian, namun belum membuahkan hasil. Pencarian akan dilanjutkan pada pagi hari oleh tim SAR gabungan dengan memperluas area pencarian.
Tragisnya, insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di Jembatan Teluk Kendari. Sebelumnya, pada tanggal 26 Mei 2025, seorang pria bernama Erwin (23) juga ditemukan meninggal dunia setelah melompat dari jembatan tersebut, diduga karena masalah asmara. Kasus serupa juga terjadi pada 27 April 2025, ketika seorang gadis berinisial RN (19) melakukan aksi yang sama dengan alasan yang serupa.
Rentetan kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam di masyarakat Kendari. Pihak kepolisian dan tim SAR terus berupaya untuk memberikan penanganan yang tepat terhadap peristiwa bunuh diri yang semakin meningkat di daerah tersebut. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memberikan dukungan kepada mereka yang mungkin mengalami masalah emosional atau depresi.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Ada banyak layanan konseling dan dukungan yang tersedia untuk membantu Anda melewati masa-masa sulit ini.
Anda tidak sendirian.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa menyimak laman Into the Light Indonesia.