Ormas di Depok Bersatu Padu Deklarasikan Anti-Premanisme

Ormas di Depok Bersatu Padu Deklarasikan Anti-Premanisme

Depok, Jawa Barat - Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Kota Depok menyatakan ikrar untuk memberantas premanisme. Deklarasi ini diikrarkan dalam sebuah upacara khidmat yang bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, bertempat di Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, pada Senin (2/6/2025).

Suasana khidmat terasa saat perwakilan dari berbagai ormas hadir dengan mengenakan seragam kebanggaan masing-masing. Di barisan depan, Nuryadi, Ketua Ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) Kota Depok, memimpin pembacaan deklarasi yang diikuti serentak oleh seluruh anggota ormas yang hadir. Isi deklarasi tersebut menekankan komitmen bersama untuk memberantas segala bentuk premanisme dan tindakan yang dapat mengganggu ketenteraman serta ketertiban masyarakat.

Tujuh Poin Deklarasi Anti-Premanisme

Deklarasi tersebut memuat tujuh poin penting yang menjadi pedoman bagi seluruh ormas di Depok. Poin-poin tersebut meliputi:

  • Menolak segala bentuk premanisme dan tindakan yang mengganggu ketenteraman serta ketertiban masyarakat.
  • Menjauhi kegiatan separatis yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  • Menghindari tindakan permusuhan terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
  • Tidak melakukan penyalahgunaan, penistaan, atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia.
  • Menolak tindakan kekerasan yang mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum dan sosial.
  • Tidak melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang aparat penegak hukum.
  • Menolak praktik dan komunikasi yang mengarah pada aksi premanisme seperti pemerasan, pungutan liar, intimidasi, atau gangguan lainnya.

Usai pembacaan deklarasi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan dukungan penanganan aksi premanisme oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan perwakilan ormas. Penandatanganan dilakukan di atas papan besar sebagai simbol komitmen bersama.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan bahwa deklarasi ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mencegah dan memberantas premanisme. Ia berharap seluruh ormas dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, nyaman, dan bebas dari intimidasi.

"Ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk membangun kota yang nyaman, aman, dan penuh kebersamaan," ujar Supian.

Deklarasi ini diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat di Depok untuk bersatu padu melawan premanisme dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan dan kemajuan kota.