Influencer TikTok Ajukan Gugatan Demi Privasi Keluarga Pasca-Tragedi Kolam Renang

Duka mendalam masih menyelimuti Emilie Kiser, seorang influencer TikTok dengan jutaan pengikut, pasca-kepergian tragis putra kecilnya, Trigg Kiser (3). Trigg menghembuskan nafas terakhirnya setelah ditemukan tak sadarkan diri di kolam renang kediaman mereka. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung oleh pihak kepolisian, Emilie mengambil langkah hukum dengan mengajukan gugatan untuk melindungi privasi keluarganya.

Gugatan tersebut ditujukan kepada sejumlah instansi publik di Kabupaten Maricopa, Arizona. Tim kuasa hukum Emilie mengungkapkan bahwa sejak tragedi tersebut, mereka menerima lebih dari seratus permintaan akses terhadap dokumen publik yang diajukan ke Pemerintah Kota Chandler dan Kantor Pemeriksa Medis Maricopa. Dokumen-dokumen tersebut mencakup laporan kepolisian, rekaman kamera keamanan, hingga laporan autopsi.

Emilie, yang kini tengah berduka dan fokus merawat putranya yang baru lahir, Theodore, menyatakan ketidaknyamanannya atas perhatian publik yang berlebihan terhadap detail-detail pribadi terkait kematian Trigg. Ia merasa bahwa permintaan terhadap dokumen-dokumen tersebut lebih didorong oleh kepentingan komersial dan berpotensi menimbulkan luka emosional baru bagi dirinya dan keluarganya.

“Pengungkapan dokumen atau rekaman kematian yang bersifat grafis atau intim akan menyebabkan trauma baru bagi keluarga yang ditinggalkan dan melanggar hak mereka untuk berduka secara privat,” bunyi pernyataan dalam gugatan yang diajukan.

Dalam gugatan tersebut, Emilie menyebut Pemerintah Kota Chandler, Departemen Kepolisian Chandler, dan Pemerintah Kabupaten Maricopa sebagai pihak tergugat. Namun, perlu dicatat bahwa berdasarkan hukum di negara bagian Arizona, permintaan dokumen oleh media tidak secara otomatis dikategorikan sebagai aktivitas komersial.

Tragedi ini bermula pada tanggal 12 Mei, ketika petugas darurat tiba di kediaman keluarga Kiser dan menemukan Trigg dalam kondisi kritis di kolam renang. Upaya penyelamatan segera dilakukan, termasuk resusitasi jantung paru (CPR), sebelum Trigg dilarikan ke fasilitas medis terdekat. Ia kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Anak Phoenix, namun sayangnya, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia enam hari kemudian, pada tanggal 18 Mei.