Erick Thohir Bertukar Pikiran dengan Patrick Kluivert Soal Strategi PSG dan Inter di Final Liga Champions
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memanfaatkan momen final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Inter Milan untuk berdiskusi dengan pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, beserta jajaran pelatih lainnya. Pertandingan puncak yang mempertemukan dua kekuatan sepak bola Eropa ini menjadi bahan kajian menarik terkait perbedaan pendekatan taktik yang diterapkan masing-masing tim.
Erick Thohir melalui unggahan di akun media sosialnya, mengungkapkan bahwa perbincangan intens terjadi seputar gaya bermain PSG dan Inter Milan. PSG, di bawah arahan Luis Enrique, menampilkan sepak bola menyerang yang atraktif dengan penguasaan bola dominan. Sementara itu, Inter Milan memilih strategi yang lebih pragmatis, mengandalkan pertahanan solid dan serangan balik cepat. Perbedaan filosofi ini menjadi poin penting dalam analisis yang dilakukan Erick Thohir dan tim pelatih timnas.
Pada laga final yang berlangsung di Allianz Arena, PSG tampil superior dan berhasil mengandaskan Inter Milan dengan skor telak 5-0. Gol-gol kemenangan Les Parisiens dicetak oleh Achraf Hakimi, Desire Doue (dua gol), Khvicha Kvaratskhelia, dan Senny Mayulu. Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan PSG meraih trofi Liga Champions pertama mereka, tetapi juga mencatatkan sejarah sebagai margin kemenangan terbesar dalam partai final kompetisi elit Eropa tersebut.
Keberhasilan ini sekaligus melengkapi treble winners bagi PSG musim ini, setelah sebelumnya memastikan gelar juara Ligue 1 dan Coupe de France. Bagi Luis Enrique, ini menjadi treble kedua dalam karier kepelatihannya, menyamai rekor yang sebelumnya ditorehkan Pep Guardiola. Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Inter Milan yang sempat memiliki ambisi serupa untuk meraih treble, namun harus kandas di berbagai kompetisi domestik.
Erick Thohir, yang pernah menjabat sebagai Presiden Inter Milan selama lima tahun, menyampaikan harapannya agar mantan klubnya dapat segera bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi. Ia memberikan semangat dan dukungan kepada Nerazzurri untuk menghadapi musim depan dengan lebih kuat.
Berikut daftar pemain yang mencetak gol pada pertandingan tersebut:
- Achraf Hakimi
- Desire Doue
- Khvicha Kvaratskhelia
- Senny Mayulu
PSG berhasil mengukir sejarah dengan meraih kemenangan telak dan mencatatkan margin kemenangan terbesar dalam sejarah final Liga Champions. Kemenangan ini semakin terasa istimewa karena diraih dengan menjuarai tiga gelar sekaligus, yaitu Liga Perancis, Piala Perancis, dan Liga Champions. Sementara bagi Luis Enrique, ini menjadi momen yang tak terlupakan karena ia berhasil mengulangi prestasi yang pernah diraihnya bersama Barcelona pada musim 2014-2015.